Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

What Happen In Surabaya 2

Hari ini, aku menulis ini dan 'What Happen In Surabaya' masih di Suarabaya. Karena ternyata Tuhan masih ingin membuatku tinggal.  Desember 2018 akhir aku pergi dari kos di keputih dan membawa motorku kembali ke rumah, di Tulungagung. Setelahnya, aku stay di bandung sampai Januari. Namun, sebelum berangkat Bandung banget aku diberi info kalo keterima magang di Good News From Indonesia, yang mana kantornya ada di Ketintang, Surabaya. Dalam hati saya bersorak, akhirnya bisa kembali tinggal di Kota ini. Namun, itu berarti saya harus mencari kosan untuk tinggal.  Sekarang aku dihadapkan pada kenyataan bahwa magangku akan segera berakhir. Dan ya kondisiku masih sama diluar dan alhamdulillah sudah ter improve didalam. tapi orang hanya melihat dari luar kann? Jadi sebenarnya saya sedang menyiapkan apa yang akan kukerjakan ketika magang berakhir. I hate if i do nothing. Sedihnya juga yang berarti aku harus meninggalkan Surabaya sebenarnya :( Kota ini semakin sepi dengan ...

What Happen In Surabaya

Selama kuliah 4 tahun di Surabaya saya masih belum terlalu menikmati -mengenal- kota ini. September 2018, menjadi hari bahagia buat semua orang karena saya resmi menjadi seorang sarjana yang justru membuat saya sedih. Rasanya titel ini menjadi beban di berbagai aspek kehidupan saya. Seperti hal nya seorang sarjana, dipandang mampu bekerja di suatu company dengan salary yang tinggi, atau kamu dianggap sebagai manusia dewasa yang mampu berfikir secara rasional. Tapi disinilah saya yang masih mempertanyakan kehidupan ini sendiri. Its way, Growns-up are bored. Jadi, sehabis wisuda saya justru jalan2 keliling Pulau Jawa, khususnya Surabaya, eksplor tempat2 yang belum saya kunjungi. Waktu itu saya bikin list tempat mana saja yang ingin saya kunjungi, ada 20 an destinasi di Surabaya. Terimakasih kepada teman2 yang mau membantu saya untuk memenuhi keinginan saya. Latar belakang dari ide ini adalah karena saya mau meninggalkan Surabaya, waktu itu bulan Desember dan kosan di Keputih sudah d...

Lanjut S2

Tantangan menjadi lulusan S1 adalah pertanyaan what next. Ketika kamu susah dapat kerja, akan banyak yang bertanya, gamau S2 aja? Lalu kemaren ada obrolan lagi tentang ini, kok lama2 aku ngelihatnya orang2 ini mau S2 karena ga dapet kerja gitu ya. Yaa sebenarnya bukan hal yang salah tapi rasanya seperti kabur. Lantas nanti setelah lulus S2 dan masih mendapat tantangan yang sama, apa kamu mau S3? Kalo kata ibu aku, hidup itu kaya main game. Ada namanya level-up, dimana kalo mau naik tingkat ya harus mengahadapi tantangannya. Kalo kabur trus tingkatannya ya stagnan, ga kemana2. Mungkin kalo di gane kita bisa nge-cheat tapi kalo di hidup cheat nya cuma dari doa dan tiba2 eh kejatuhan suatu hadiah. Yang aku tau kalo mau S2 di luar negeri ya butuh persiapan apalagi kalo mau beasiswa. Jadi, itu pentingnya bikin rencana hidup.  Sekarang nyari kerja ada maksimun umurnya, kalo sampe gapunya life plan bisa2 hidup kita gajelas. Sejujurnya aku juga masih bingung dengan goals seperti apa b...

Mimpi

Kesekian kalinya aku dihadapkan pertanyaan 'apa cita2 mu?'. Sederhana harusnya, tapi entah mengapa terasa berat. Lebih kearah enggan untuk menjawab. Dulu saat kecil aku cukup tegas menjawab, aku ingin jadi pramugari. Atau semakin beranjak dewasa berganti lagi tapi tetap terasa biasa saja. Bahkan, kalau engga, jawab saja masuk surga wkk. Sekarang, subtansial kata cita2 berbeda makna.

Surat Cinta Pertamaku

Jadi aku menulis ini karena sempat mengobrolkan tentang cinta pada pandangan pertama. Temanku bertanya apakah saya pernah jatuh cinta pada pandangan pertama? Saya berfikir dan menjawab tidak. Lalu suatu hari aku teringat seorang anak laki2 yang pernah mengirimiku surat cinta. Saat itu aku kelas 6 SD atau 5 SD,  aku lupa tepatnya, saat itu ada try out yang mempertemukan banyak SD. Di suatu pagi setelah acara tersebut, temanku, maya, memberiku sebuah surat. Lantas saya bertanya, surat apakah itu. Maya menjelaskan bahwa itu adalah sebuah surat dari anak SD Beji 2 -kalau saya tidak lupa- untuk saya. Terkejutlah saya, karena saya tidak memiliki teman disana. Maya tertawa, menanggapi keterkejutanku, dan dia menjelaskan bahwa itu sebuah surat cinta. Masih penasaran, saya bertanya lagi,  Vien : kamu mengenal dia may?  Maya : Engga, suratnya dikasih sama tukang sayur tadi pagi.  Vien : hah?  Maya : Jadi ada tukang sayur yang setiap pagi lewat rumahku da...

Ayah by Andrea Hirata

Menceritakan kisah cinta seorang pemuda bernama Sabari kepada temannya Marlena. Perjuangan Sabari untuk mendapatkan Marlena setiap harinya adalah sesuatu yang cukup konyol disini. Apalagi saran2 atau komentar yang diberikan kedua sahabatnya. Semakin Sabari berjuang, Marlena semakin tidak menyukainya.  Suatu ketika, Marlena hamil dan Sabari memutuskan ingin menikahinya. Maka ia membuat strategi untuk mendapatkannya melalui orang ke orang agar sampai ke telingan ayah Marlena. Jadi, Sabari bekerja di perusahaan cetak atap di bapak Marlena dan dia selalu memenangkan pegawai terbaik agar merebut hati Marlena tapi sia2 saja. Setelah mereka menikah, Marlena tidak pernah dirumah. Bahkan setelah melahirkan, hanya Sabari yang merawat anaknya dan Marlena tidak pernah pulang. Suatu ketika, marlena hendak mengambil anaknya untuk dibawa pergi. Sabari yang terlalu mencintai anaknya menjadi sering linglung. Saya terharu ketika kedua teman sabari dibantu sahabat marlena membantu sabari melacak j...

Big Help City

[24-26/08/18] Aku udah pernah cerita belum ya tentang lima orang yg tergabung dalam sebuah tim TA MASW. Belum yaa? Jadii, suatu hari diantara senin-minggu aku bertemu dg pak firman. Beliau ini dosen seismik saya. Si bapak menawari TA tentang KP saya di Surabaya dan setelah saya pikir2, saya setuju dong. Lalu saya diminta buat ngajak 4 orang, waktu itu husnia mau tapi dia masih galau. Dan aku publikasi di grup TG3 dan akhirnya kudapatkan unyuk, antok dan fani aka petis. Yah, setelah proses yang sangat panjang kami mampu menyelesaikan TA. Dan berniat berlibur ke pantai buat liat sunset. Setelah meruwet dan meribet, alhamdulillah kita berangkat ke Tulungagung, Yeay!! Jadi aku pulang duluan karena emang aku diminta pulang. Hari itu jumat, aku nunggu mereka dateng ke rumah dan sekitar jam 9 an mereka sampe. Ini kejadian kan abis idhul adha jadi lagi banyak daging deh. So kita masak2 ala chef petis dengan asistennya antok dan sausnya dibikin si cus. Aku sama unyuk ngapain do...