Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Perpanjang SIM : Ga Sengaja Aku Menyuap.

Jadi bulan ini emang harus perpanjang SIM. Udah mencari info cara perpanjangan di kota kesayangan satu ini. Ternyata ada petugas SIM keliling di gor yang ada setiap Hari Rabu, Kamis,  dan Sabtu dari jam 7 pm - 9 pm.  Menurut info, boleh mulai nyari h-14 hari, karena minggu ini padet dan takut ga keburu akhirnya ngurus deh kemaren. Udah baca juga syarat2 yang diperlukan kaya fotocopy SIM 2x, KTP 2x, dan surat kesehatan. Sebelum berangkat udah bawa fotocopy-an plus pulpen buat ngisi biodata.  Sampe sana nanya ke petugas cara perpanjangan SIM, trus diarahin ke depan mobil keliling. Disana nanya ke petugas yang nganggur, ditanggapi 'wah kok rame, ke bapak yang itu yaa' Aku samperinlah si bapak yg ditunjuk tadi, aku bilang mau perpanjang SIM. Dimintain KTP sama SIM asli trus dia bilang 150k ya dibayar depan nanti.  Ga lama kemudian nama aku dipanggil, dan bayar 150k. Sambil berdiri mengamati orang2 pada bawa map trus ngumpulin ke loket. Ngobrol2 sama si bapak sebelah yang...

Cukupkah?

Ah, ternyata menyadari bahwa kita hidup itu adalah sesuatu yang berat.  Kebingungan terhadap penantian ajal yang pasti. Tapi sebelum saat itu apa hanya akan menunggu dan menjalani sesuai keinginan orang-orang? Hidup dari prinsip2 seharusnya? Atau mau berbuat lebih? Rasanya sayang jika hidup dan kemudian terlupakan begitu saja saat ajal datang.  Dulu saat sekolah tidak terlalu runit karena pilihannya pun tidak terlalu banyak. Kalau bicara sekarang, sangat tidak terbatas. Tapi ketakutannya juga semakin besar. Resiko apa yang ada di depan, nanti orang2 akan gimana. Belum lagi dengan idealisme diri yang semakin tak mau kalah tapi tak berarah.  Belum lagi persoalan romansa yang akan memburu. Antara tak ingin dikecewakan tapi tak ingin pula hidup sepi. Pilihan yang dibayangkan, mana yang lebih mampu dan mana yang tidak? Karena hidup memang penuh masalah dan mencari kebahagian itu semu. Selesaikan masalah, bahagia akan datang sebagai reward.  Banyak yang bilang, semua sudah...

Dolly Saiki Point

Dolly. Ex-lokalisasi yang ditutup tahun 2014 oleh walikota Surabaya. Dulunya tempat ini menjadi lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, bayangkan. Menurut warga sekitar sebenarnya hanya satu gang saja yang menjadi tempat lokalisasi. Namun, gang-gang sekitar menjadi lingkungan terdampak yang mengikuti perindustrian ini dengan membuka laundry, jual minuman keras dan lain sebagainya. Pendapatan mereka sehari bisa sampai ratusan-jutaan rupiah. Selain perihal ekonomi, adat dan kebiasaan disana mengharuskan perempuan-perempuan sudah masuk rumah saat malam tiba. Memastikan pintu-pintu rumah dikunci agar tidak ada tamu gelap yang tiba-tiba mampir karena gasadar (re : mabok).  Semenjak penutupan sebuah industri 'gelap' yang membawa banyak pemasukan warga,  banyak gerakan-gerakan dari organisasi dan komunitas yang mengajak warga untuk bangkit. Peristiwa ini sangat menimbulkan pro kontra. Bisa dibaca di https://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2014/06/140616_galeri_pelacuran_dolly. Bagaima...

Silaturahmi membawa rejeki, bener? Jakarta prove it.

Sering banget dipelajaran agama atau sekedar ucapan-ucapan orang bahwa 'silaturahmi membawa rejeki'. Dulu si, karena aku bukan penggila arti kehidupan jadinya ya ga berasa juga ini maksudnya. Atau lebih tepatnya gamau mencari tahu.  Beberapa hari ini menghabiskan waktu di Jakarta karena ada pelatihan Bekup dari Bekraf. Lomba buat erdmaze biar jadi startup. Rasanya memulai hal baru itu selalu seru, apalagi sensasi di jantung. Pernah kan kalian merasakan kaya gitu?   Selama di Jakarta, berusaha menjalin silaturahmi ke temen2 dan juga kenalan2. Wah luar biasa, dari hasil ketemu2 ini membawa banyak berkah si, utamanya dalam hal ilmu.  Dari pas awal mau berangkat ke Jakarta, aku janjian sama Ali -anak ekonomi syariah unair-, disitu kita sharing tentang penyusunan finansial, dan dikenalkan ke temennya yang sering ikut lomba, dijelasin tuh tentang alur pembentukan bisnis. Yang sebenarnya udah aku dapet pas ambil matkul teknopreneurship, tapi ya gitu lupaa.  Habis itu k...