Jadi aku menulis ini karena sempat mengobrolkan tentang cinta pada pandangan pertama. Temanku bertanya apakah saya pernah jatuh cinta pada pandangan pertama? Saya berfikir dan menjawab tidak.
Lalu suatu hari aku teringat seorang anak laki2 yang pernah mengirimiku surat cinta. Saat itu aku kelas 6 SD atau 5 SD, aku lupa tepatnya, saat itu ada try out yang mempertemukan banyak SD.
Di suatu pagi setelah acara tersebut, temanku, maya, memberiku sebuah surat. Lantas saya bertanya, surat apakah itu. Maya menjelaskan bahwa itu adalah sebuah surat dari anak SD Beji 2 -kalau saya tidak lupa- untuk saya. Terkejutlah saya, karena saya tidak memiliki teman disana. Maya tertawa, menanggapi keterkejutanku, dan dia menjelaskan bahwa itu sebuah surat cinta.
Masih penasaran, saya bertanya lagi,
Vien : kamu mengenal dia may?
Maya : Engga, suratnya dikasih sama tukang sayur tadi pagi.
Vien : hah?
Maya : Jadi ada tukang sayur yang setiap pagi lewat rumahku dan lewat rumah si Bela, jadi si cowok ini menitipkan surat ke Bela dan Bela menitipkan suratnya pada tukang sayur yang lewat depan rumahku.
Vien : *ngakak
Perjuangan sekali ya surat ini bisa sampai ke tangan saya.
Jadi Bela adalah teman SD saya yang pindah sekolah ke SD Negeri -dan menjadi teman anak laki2 ini- karena percaya akan lebih mudah mencari sekolah.
Sepulang sekolah, saya bercerita ke Ibu saya, dan ibu saya hanya bisa menatap prihatin sambil bilang, 'suratnya ibu simpan dulu ya, nanti kalo sudah gede boleh diambil'. Lalu saya titipkan surat itu pada ibu saya hingga hari ini.
Isi suratnya kalau gasalah, dia bilang bahwa dia suka pada pandangan pertama, lalu dia berusaha memetakan tempat duduknya saat dikelas dan pakaian apa yang digunakan, tapi aku sungguh tak ingat sama sekali. Dan dia memintaku untuk meneleponnya dengan meninggalkan sebuah nomor telepon.
Begitulan kisah absurd anak SD yang sok mengerti tentang cinta. Mungkin dia masih belum tahu kelakuanku yang suka manjat genteng sekolah buat ambil bola kasti.
Sekian.
Komentar
Posting Komentar