Langsung ke konten utama

Lanjut S2

Tantangan menjadi lulusan S1 adalah pertanyaan what next. Ketika kamu susah dapat kerja, akan banyak yang bertanya, gamau S2 aja?

Lalu kemaren ada obrolan lagi tentang ini, kok lama2 aku ngelihatnya orang2 ini mau S2 karena ga dapet kerja gitu ya. Yaa sebenarnya bukan hal yang salah tapi rasanya seperti kabur. Lantas nanti setelah lulus S2 dan masih mendapat tantangan yang sama, apa kamu mau S3?

Kalo kata ibu aku, hidup itu kaya main game. Ada namanya level-up, dimana kalo mau naik tingkat ya harus mengahadapi tantangannya. Kalo kabur trus tingkatannya ya stagnan, ga kemana2. Mungkin kalo di gane kita bisa nge-cheat tapi kalo di hidup cheat nya cuma dari doa dan tiba2 eh kejatuhan suatu hadiah.

Yang aku tau kalo mau S2 di luar negeri ya butuh persiapan apalagi kalo mau beasiswa. Jadi, itu pentingnya bikin rencana hidup.  Sekarang nyari kerja ada maksimun umurnya, kalo sampe gapunya life plan bisa2 hidup kita gajelas.

Sejujurnya aku juga masih bingung dengan goals seperti apa buat hidup aku, tapi semenjak aku lulus kemaren dan udah sempet ikut sertifikasi, kayanya aku lagi ga pengen belajar formal gitu si dan lagi butuh banget pembelajaran aplikatif buat tau kondisi kerja macam apa yg pas buat aku.

Jadi buat yang nanya aku pengen S2 atau ga, sekarang masih belum, tapi kalo nanti aku udah siap buat belajar formal lagi dan udah menemukan tempat yang cocok, itu bisa jadi. Yang jelas aku sedang tidak ingin berlari.

Jadi, life plan ini kadang gunanya kaya peta kalo anda semua lagi tersesat. Sering banget aku lupa sama mimpiku, bukan lupa si tapi melupakan dan cenderung tidak percaya diri untuk sampai. Terkahir, kondisi lingkungan. Aku percaya hidup harus punya tujuan, biar kamu udah tau apa aja yang udah di achieve.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reply 1988 : Told Me About Live

Sebagai orang heartless, tidak banyak film atau series yang bisa menyentuh, apalagi berulang kali bikin nangis-nangis. Namun ada beberapa yang menguras air mata, tentu saja. Salah satunya adalah Reply 1988. Series lama (2015) yang entah kenapa direkomendasikan disemua situs setiap kali mencari rekomendasi drama yang bagus. Dari yang awalnya nggak minat, karena setting jaman dulu, sampai aku jatuh cinta sama series satu ini. Apa yang membuat ini begitu menarik adalah angle yang diambil sang sutradara, ada banyak topik yang relevan dengan kehidupan nyata dan penggambaran karakter yang punya ceritanya sendiri-sendiri. Dari topik-topik ini ada banyak banget nilai moral yang bisa kita ambil. Family, tempat pulang bahkan saat terkadang kamu kesal dengan mereka. Dari awal ceritanya menggambarkan bagaimana posisi tokoh utama sebagai anak tengah diantara anak bungsu dan sulung sebuah keluarga yang hidup di bawah tanah. Bagusnya serial ini, engak hanya mengangkat permasalahan keluarga si t...

Lembayung Bali-Saraz Dewi

Menatap lembayung di langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu Di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai memulang waktu Hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu oh cinta Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa masih kusimpan suara tawa kita kembalilah sahabat lawasku semarakkan keheningan lubuk Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini oh mimpi Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu Lembayung bali

My Confession...

Aku sudah sadar tentang ini dari lama, tapi tiba-tiba pas ngomongin ini dari sisi lainnya which mean ngga tentang aku jadi sedih banget. 06.07.20 'Aku bingung mau terima interviewnya atau ngga soalnya aku merasa ngga layak apalagi membahas gimana organisasi tourism ini bertahan di pandemi dan tetap menolong masyarakat' Pesan yang aku ucapkan buat minta saran, tapi justru menggelitik hatiku sendiri. Dan kebetulan habis banget ngelihat foto-foto orang Pacitan. Aku ngga pernah menjaminkan apapun pada mereka, tak terucap satu pun janji. Tapi dari sorot matanya yang mengharap, aku tau bahwa meraka ingin Aku jadi pahalwannya. Sangat menyedihkan ternyata aku tidak lebih dari seorang bocah. Yang untuk bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri aja belum mampu. Ada rasa bersalah yang mebebani, harusnya mungkin dari awal aku tak bermain persoalan ini. Tapi, sebenarnya Aku juga tidak main-main. Hanya saja, (Aku tidak tau bagaimana melukiskan semua kondisi ini tanpa menyalahkan sesuatu...