Langsung ke konten utama

Postingan

My Confession...

Aku sudah sadar tentang ini dari lama, tapi tiba-tiba pas ngomongin ini dari sisi lainnya which mean ngga tentang aku jadi sedih banget. 06.07.20 'Aku bingung mau terima interviewnya atau ngga soalnya aku merasa ngga layak apalagi membahas gimana organisasi tourism ini bertahan di pandemi dan tetap menolong masyarakat' Pesan yang aku ucapkan buat minta saran, tapi justru menggelitik hatiku sendiri. Dan kebetulan habis banget ngelihat foto-foto orang Pacitan. Aku ngga pernah menjaminkan apapun pada mereka, tak terucap satu pun janji. Tapi dari sorot matanya yang mengharap, aku tau bahwa meraka ingin Aku jadi pahalwannya. Sangat menyedihkan ternyata aku tidak lebih dari seorang bocah. Yang untuk bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri aja belum mampu. Ada rasa bersalah yang mebebani, harusnya mungkin dari awal aku tak bermain persoalan ini. Tapi, sebenarnya Aku juga tidak main-main. Hanya saja, (Aku tidak tau bagaimana melukiskan semua kondisi ini tanpa menyalahkan sesuatu...
Postingan terbaru

Reply 1988 : Told Me About Live

Sebagai orang heartless, tidak banyak film atau series yang bisa menyentuh, apalagi berulang kali bikin nangis-nangis. Namun ada beberapa yang menguras air mata, tentu saja. Salah satunya adalah Reply 1988. Series lama (2015) yang entah kenapa direkomendasikan disemua situs setiap kali mencari rekomendasi drama yang bagus. Dari yang awalnya nggak minat, karena setting jaman dulu, sampai aku jatuh cinta sama series satu ini. Apa yang membuat ini begitu menarik adalah angle yang diambil sang sutradara, ada banyak topik yang relevan dengan kehidupan nyata dan penggambaran karakter yang punya ceritanya sendiri-sendiri. Dari topik-topik ini ada banyak banget nilai moral yang bisa kita ambil. Family, tempat pulang bahkan saat terkadang kamu kesal dengan mereka. Dari awal ceritanya menggambarkan bagaimana posisi tokoh utama sebagai anak tengah diantara anak bungsu dan sulung sebuah keluarga yang hidup di bawah tanah. Bagusnya serial ini, engak hanya mengangkat permasalahan keluarga si t...

Siklus Hidup

21 Tahun menuju 22 Tahun Lahir-Belajar-Bekerja-Menikah-Keluarga-Mati Itulah siklus hidup pada umunya. Diusiaku ini, aku mulai berfikir tentang kehidupanku. Ya, aku gelisah, jika hidupku hanya sederhana seperti itu. aku gelisah jika aku mati dan tak berarti. di titik ini aku merasa sangat gelisah tentang masa depan. banyak orang menikmati kesederhanaan arti hidupnya dan memikirkan kehidupan kelak.

Persepsi Manusia

Jika kau hanya memandang dunia sebatas itu maka kau masih berada dalam duniamu sendiri. Dan jika kau memaksa manusia untuk bersesuaian dengan semua hal ttg mu maka kau terlalu egois untuk mengerti. Dunia ini semakin ramai dan bermacam jenis makhluk juga ada. Jadi ya gimana ya, kalau kamu mau berpendapat harus melihat dan memahami situasi. Jangan melihat dari sudut pandangmu saja. Setiap orang itu spesial.

Info Dan Cerita Menuju Lawu lewat Cemoro Sewu

Gunung Lawu, 3265 mdpl. Awalnya cita2 pakai banget tuh ke Merbabu tapi engga jadi mulu. Trus tergoda ke Gunung Gede dan Gunung Lawu. Gunung Gede karena banyak yang pamer air panasnya, dan Lawu karena Mbo yem. Awalnya darimana yaa, Aku bingung. Mungkin dari Jakarta, ketemu makhluk namanya Rivo -Bos Atourin, Mantan anak TI Unpad '12, Anak gaul Jakarta, Sombong :v dan ngeselin, Orang penting kampus, Sosialis-. Pas awal ketemu dia heran karena jarang anak TI yang model begini. Ternyata visi hidup kita samaan, engga mau hidup kita sia2 dan mati untuk terlupakan dunia.  Ternyata lagi, Mas Rivo suka naik gunung. Udah banyak yang didaki. Waktu itu dia bilang ada rencana ke Lawu. Dan Aku langsung bilang mau ikut. Waktu itu sempat mau diladeni ke Gede juga karena Aku pengen -Aku gatau dia ini basa basi apa engga wkk-. Kalau engga basa basi dan baca ini, Aku tagih mas!! Hehe Dua bulan kemudian, terealisasi lah perjalanan buat ketemu Mbo yem ini. Mas Rivo berangkat dari Jakarta sam...

Kedung Tumpang, Jajaran Pantai Tulungagung yang Terkenal

Salah satu destinasi di Tulungagung yang pengen banget dikunjungi tapi baru kesampaian tahun 2019 ini. Sebagai orang Tulungagung, Aku sangat jarang main di sekitar sini. Dan Aku merasa sedih. Jadi, Pantai Kedung Tumpang ini terkenal gara-gara MTMA. Kayanya si. Tapi emang bagus, asli. Habis itu terkenal lagi gara-gara banyak tragedi yang keseret ombak dan meninggal di Pantai ini. Wacana ini berawal dari temen Aku dari SMP namanya Risa. Aku gatau mau nyeritain kamu model gimana Sa. Intinya mungkin Dia adalah orang yang melihat perubahan Aku dari masa remaja, puber sampe sekarang. Pertemuan yang akhirnya terealisasi itu menghasilkan sebuah ide kesana. Kebetulan juga, si Nur -temen Risa- ada kerjaan di dekat pantai jadi ayuklah diberangkatkan.  Perjalanan dari kota menuju pantai kurang lebih 3 jam lah. Waktu itu Aku sok ide berangkat sore aja biar bisa lihat sunset. Ternyata beberapa jalan menuju kesana masih hutan dan engga ada lampunya, meskipun sudah aspal mulus. Tapi te...

Prambanan, Bukti Kisah Cinta Abadi Roro Jonggrang

Jadi kemaren sempat singgah bentar di Yogya demi biaya pulang murah. Kemudian ada keinginan berkunjung ke Candi Prambanan. Candi ini termasuk salah satu warisan dunia unesco loh. Letaknya di jalan gede gitu, jadi kalau mau naik angkutan umum juga akan gampang. Sebelum berangkat sudah diberi info kalau misal kesini bakal bingung mau ngapain kecuali suka foto (itupun spot yang bagus harus bayar, katanya) dan kalau siang akan panas banget selain itu, mahal tiketnya. Menurut info harganya 40k. Candi Prambanan ini erat kaitannya sama Roro Jonggrang. Seorang putri cantik yang berakhir tragis menjadi batu untuk melengkapi candi. Kisah yang sudah menjadi legenda. Mungkin justru cerita ini yang lebih terkenal.  Zaman dahulu kala, hidup seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Kecantikannya menarik perhatian Bandung Bondowoso. Dia melamar Roro Jonggrang. Namun, Roro Jonggrang memiliki syarat yang harus dipenuhi untuk menolak lamarannya tanpa menghina Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang...