Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Seorang

Aku ingin menangis Ya, aku bersyukur menjadi aku. Tapi, aku tak mampu untuk begini.. Kau kembali dalam hidupku.. Menghiasi hariku, Membuatku lemah Menaksaku mengenang.. Aku memang selalu lemah jika disampingmu.. Hanya disampingmu seorang Yakinkah aku, jika kau hanya seorang teman? Kau memberikan sayapku kembali Membiarkan ku bebas terbang bersamamu Mejalani keindahan dismpingmu Hingga kuterlena Dan tak tau kapan kau telah siap mematahkannya kembali Mambuatku jatuh kembali, tanpa sayap.. Apa aku masih sehat jika ku berpikir begini.. Kau tau, masih dirimu seorang... Kenpa bisa begini...

Lembayung Bali-Saraz Dewi

Menatap lembayung di langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu Di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai memulang waktu Hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu oh cinta Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa masih kusimpan suara tawa kita kembalilah sahabat lawasku semarakkan keheningan lubuk Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini oh mimpi Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu Lembayung bali

Ya dan Tidak

Dari berbunga Hingga gugur Dari senja Hingga fajar Dan dari fajar Hingga senja Menyanyi,mengalun lagu Berbulir tangis tawa Berjalan dalam angan Terpampang di angkasa malam Layar lebar dengan sinar bintang Temani malam Dalam terpaan angin dingin Membekukan jiwa Menyapu kesedihan Berpikir betapa dan jika Menginginkan sekarang dan nanti Berlari dan berjalan Mengejar mimpi Dan sekadar menjalani waktu Bukan, menolak Hanya berpaling Dari kekejaman waktu Itukah hidup? Hanya dua Ya dan tidak..

Kenangan

Dalam sepiku Kurenungi cerita lalu Masa kurindukan Mengalun dalam sanubari Tergores makna di hati Seulas senyum indah Terukir dalam hari laluku Tahukah kau risauku Desah duka menyapaku Tersirat namun nyata Peluh yang tak terbaca Membasahi kebisuan hati Menatap sendu gelapnya angkasa Terseret di keheningan malam Ku coba pahami Tapi, hanya ini yang kurasa Sedih, Sesal, Risau Apa yang kuharapkan? Dila  dan Me

Senja di Langit Biru

Menatap senja di langit biru Keheningan membawaku kembali Mengulang waktu Hingga kuraih seulas senyum Yang mengisi kekosongan kalbu Bayangan bayangan kita Sebuah kenangan beku Hilang dalam penyesalanku Masih kusimpan tawa kita Samar, terkikis waktu Mengalun lembut Menguak memori lama