Langsung ke konten utama

Silaturahmi membawa rejeki, bener? Jakarta prove it.

Sering banget dipelajaran agama atau sekedar ucapan-ucapan orang bahwa 'silaturahmi membawa rejeki'. Dulu si, karena aku bukan penggila arti kehidupan jadinya ya ga berasa juga ini maksudnya. Atau lebih tepatnya gamau mencari tahu. 

Beberapa hari ini menghabiskan waktu di Jakarta karena ada pelatihan Bekup dari Bekraf. Lomba buat erdmaze biar jadi startup. Rasanya memulai hal baru itu selalu seru, apalagi sensasi di jantung. Pernah kan kalian merasakan kaya gitu?  

Selama di Jakarta, berusaha menjalin silaturahmi ke temen2 dan juga kenalan2. Wah luar biasa, dari hasil ketemu2 ini membawa banyak berkah si, utamanya dalam hal ilmu. 

Dari pas awal mau berangkat ke Jakarta, aku janjian sama Ali -anak ekonomi syariah unair-, disitu kita sharing tentang penyusunan finansial, dan dikenalkan ke temennya yang sering ikut lomba, dijelasin tuh tentang alur pembentukan bisnis. Yang sebenarnya udah aku dapet pas ambil matkul teknopreneurship, tapi ya gitu lupaa.  Habis itu kita ketemu sama Ghinan -anak fisika yang lagi bisnis plakat gitu-. Sharing2 visi dan positive vibes. 

Karena kita harus berangkat Jakarta, pertemuan harus diakhiri. Niat beli air dan udah siap2 buat nge-taksi online. Eh alhamdulillah karena kita jenguk orang sakit, kita ditebengin dan dikasih air. Sampai di Jakarta dijemput James -Abang baik hati wkk- dan Fani -Temen jayus baik hati tapi sok jahat-. Kami dianter sampe Depok dong, dibeliin sarapan pula, I Love You my friends. 

Malemnya kami kumpul anak2 TG, disitu aku mau dikenalin ke anak kemenko desa, biar bisa kerjasama dan belajar. Bertukar kabar dan semangat jalani kehidupan. Thanks to Ferdi, Aya, Husnia, dan Damai.

Beberapa hari kemudian janjian sama Mas Reper -Bos Geotur- buat bahas agenda Desember tentang 'Geotourism Of East java'. Disitu kita dikenalin Mas Rivo -Bos Atourin-. Dari pertemuan ini kita ditawarin buat ngisi ke Banyuwangi, diajakin buat ikut pelatihannya Dayamaya sampai pergi ke Setu Babakan -Desa Betawi yang masih ada di jakarta-, dan diceritain pengalamannya Atourin. 

Pelatihan Bekup sendiri membuat aku dapet temen2 baru. Mulai dari sharing ide, saran, kondisi, sampai temen jalan ke Museum Nasional -terimakasih Hanz (Bos, apaya aku lupa namanya)-. Bertemu mentor dan mendapat prespektif baru. Solusi dan alur mikir yang baik buat usaha. And yeah it cant be instant except you are rich.

Ketemu temen lama, Aldi - temen tetangga kelas smp sekarang anak Tokopedia baik hati-. Makasih udah bantuin bikin design mockup kita, sampai ngenalin marvelapp biar gausa repot ngoding buat bisa dipencet ditengah2 sibuk kerja, bahkan masih nawarin bantuan, semoga ga basabasi hehe. Ketemu Alim -Anak astra graphia yang mau bisnis dan super koplak, sumpah kalo ada orang lebih kocak daripada aku kayanya itu kamu lim- buat sharing kerjasama erdmaze dan calon rebornnya positivethirteen sampe diskusi tentang definisi bebas. 

Terakhir, kepada pihak2 yang memberi tumpangan. Budhenya Mira yang super baik dan friendly, menjelaskan tentang tumbuh2an, politik, pengajian, dan semua perhatiannya. Vinca, coba2 masak di kompor gunung, nyobain fore, kontribusi gratisan fintech sampe nonton maleficent dadakan, terimakasih atas kesempatan hedonnya pink!! Oiya, makasih juga nemenin ke Perpusnas, cerita2 sampe kelewat antrian, akhirnya kita punya kartu member dan tahu rahasia lantai 19 dan 24 -rekomendasi Mas Rivo-. Nuha, yang kita qtime nya ditengah2 pelatihan, makasih nemenin meskipun hari terakhir nyerah wkk, makasih buat mangga dan kenalan temennya yg seru -Olla dan Mba jeki-.

One step outside will make you move forward. Dont keep urself with ur mind, share it and found the incredible of world. -Vien, nobody-

Bye.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reply 1988 : Told Me About Live

Sebagai orang heartless, tidak banyak film atau series yang bisa menyentuh, apalagi berulang kali bikin nangis-nangis. Namun ada beberapa yang menguras air mata, tentu saja. Salah satunya adalah Reply 1988. Series lama (2015) yang entah kenapa direkomendasikan disemua situs setiap kali mencari rekomendasi drama yang bagus. Dari yang awalnya nggak minat, karena setting jaman dulu, sampai aku jatuh cinta sama series satu ini. Apa yang membuat ini begitu menarik adalah angle yang diambil sang sutradara, ada banyak topik yang relevan dengan kehidupan nyata dan penggambaran karakter yang punya ceritanya sendiri-sendiri. Dari topik-topik ini ada banyak banget nilai moral yang bisa kita ambil. Family, tempat pulang bahkan saat terkadang kamu kesal dengan mereka. Dari awal ceritanya menggambarkan bagaimana posisi tokoh utama sebagai anak tengah diantara anak bungsu dan sulung sebuah keluarga yang hidup di bawah tanah. Bagusnya serial ini, engak hanya mengangkat permasalahan keluarga si t...

Lembayung Bali-Saraz Dewi

Menatap lembayung di langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu Di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai memulang waktu Hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu oh cinta Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa masih kusimpan suara tawa kita kembalilah sahabat lawasku semarakkan keheningan lubuk Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini oh mimpi Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu Lembayung bali

My Confession...

Aku sudah sadar tentang ini dari lama, tapi tiba-tiba pas ngomongin ini dari sisi lainnya which mean ngga tentang aku jadi sedih banget. 06.07.20 'Aku bingung mau terima interviewnya atau ngga soalnya aku merasa ngga layak apalagi membahas gimana organisasi tourism ini bertahan di pandemi dan tetap menolong masyarakat' Pesan yang aku ucapkan buat minta saran, tapi justru menggelitik hatiku sendiri. Dan kebetulan habis banget ngelihat foto-foto orang Pacitan. Aku ngga pernah menjaminkan apapun pada mereka, tak terucap satu pun janji. Tapi dari sorot matanya yang mengharap, aku tau bahwa meraka ingin Aku jadi pahalwannya. Sangat menyedihkan ternyata aku tidak lebih dari seorang bocah. Yang untuk bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri aja belum mampu. Ada rasa bersalah yang mebebani, harusnya mungkin dari awal aku tak bermain persoalan ini. Tapi, sebenarnya Aku juga tidak main-main. Hanya saja, (Aku tidak tau bagaimana melukiskan semua kondisi ini tanpa menyalahkan sesuatu...