Dolly. Ex-lokalisasi yang ditutup tahun 2014 oleh walikota Surabaya. Dulunya tempat ini menjadi lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, bayangkan. Menurut warga sekitar sebenarnya hanya satu gang saja yang menjadi tempat lokalisasi. Namun, gang-gang sekitar menjadi lingkungan terdampak yang mengikuti perindustrian ini dengan membuka laundry, jual minuman keras dan lain sebagainya. Pendapatan mereka sehari bisa sampai ratusan-jutaan rupiah. Selain perihal ekonomi, adat dan kebiasaan disana mengharuskan perempuan-perempuan sudah masuk rumah saat malam tiba. Memastikan pintu-pintu rumah dikunci agar tidak ada tamu gelap yang tiba-tiba mampir karena gasadar (re : mabok).
Semenjak penutupan sebuah industri 'gelap' yang membawa banyak pemasukan warga, banyak gerakan-gerakan dari organisasi dan komunitas yang mengajak warga untuk bangkit. Peristiwa ini sangat menimbulkan pro kontra. Bisa dibaca di https://www.bbc.com/indonesia/multimedia/2014/06/140616_galeri_pelacuran_dolly. Bagaimana tidak? Sumber pendapatan satu daerah ditutup, wajar saja kalo terjadi kericuhan. Nah, gerakan-gerakan ini datang untuk membantu mereka berpindah industri pekerjaan. Sebenarnya gerakannya macam2, ada yang menyentuh pendidikan anak-anak disana yang dewasa lebih cepat, ada pula yang membantu ibu2 untuk membuat usaha.
Sempat sedih saat mendengar protes dari seorang anak SD kelas 4, dulu saat masih menjadi daerah lokalisasi sering kali saat menjelang malam terdengar suara musik dari speaker padahal dia tengah belajar mengaji. Itu sangat mengganggu.
Banyak UMKM bermunculan dari dolli, saat itu yang paling terkenal adalah samijali, (samiler jarak dolli). Saat ini jumlahnya sangat banyak. Pemerintah kota memfasilitasi perkembangan ini melalui 'Dolli saiki point, sebuah toko yang menjual produk-produk dolli. Unik dan kreatif. Bekerjasama dengan anak muda untuk bagian markrting agar terjaring luas, mereka sering mengadakan kegiatan. Bahkan mereka menerima kunjungan dari tamu dan diajak berkeliling. Program ini menjadi salah satu destinasi rujukan di daerah Surabaya loh.
Saat aku berkunjung disana, sempat berkenalan dan sharing juga. Ibu itu mengatakan 'jujur enak kondisi sekarang meskipun pendapatan harian masih jauh, tapi hidup rasanya tenang'. Mungkin itu namanya berkah hidup.
Satu lagi ada ibu muda yang menjual produk sambal rujak. Dari caranya bercerita sangat menarik, dia sharing tips2 bagaimana bisnisnya sukses. Dan poinnya adalah selalu menjual produk dimanapun, jangan lupa tagline, terakhir ga ada kata malu.
Sekian. Bye.
Komentar
Posting Komentar