Aku sudah sadar tentang ini dari lama, tapi tiba-tiba pas ngomongin ini dari sisi lainnya which mean ngga tentang aku jadi sedih banget.
06.07.20
'Aku bingung mau terima interviewnya atau ngga soalnya aku merasa ngga layak apalagi membahas gimana organisasi tourism ini bertahan di pandemi dan tetap menolong masyarakat'
Pesan yang aku ucapkan buat minta saran, tapi justru menggelitik hatiku sendiri. Dan kebetulan habis banget ngelihat foto-foto orang Pacitan. Aku ngga pernah menjaminkan apapun pada mereka, tak terucap satu pun janji. Tapi dari sorot matanya yang mengharap, aku tau bahwa meraka ingin Aku jadi pahalwannya. Sangat menyedihkan ternyata aku tidak lebih dari seorang bocah. Yang untuk bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri aja belum mampu.
Ada rasa bersalah yang mebebani, harusnya mungkin dari awal aku tak bermain persoalan ini. Tapi, sebenarnya Aku juga tidak main-main. Hanya saja, (Aku tidak tau bagaimana melukiskan semua kondisi ini tanpa menyalahkan sesuatu). Jadi, Aku hanya ingin meminta maaf jika tanpa sadar, melalui kehadiranku ada yang berharap, Aku bisa membuat keajaiban.
06.07.20
'Aku bingung mau terima interviewnya atau ngga soalnya aku merasa ngga layak apalagi membahas gimana organisasi tourism ini bertahan di pandemi dan tetap menolong masyarakat'
Pesan yang aku ucapkan buat minta saran, tapi justru menggelitik hatiku sendiri. Dan kebetulan habis banget ngelihat foto-foto orang Pacitan. Aku ngga pernah menjaminkan apapun pada mereka, tak terucap satu pun janji. Tapi dari sorot matanya yang mengharap, aku tau bahwa meraka ingin Aku jadi pahalwannya. Sangat menyedihkan ternyata aku tidak lebih dari seorang bocah. Yang untuk bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri aja belum mampu.
Ada rasa bersalah yang mebebani, harusnya mungkin dari awal aku tak bermain persoalan ini. Tapi, sebenarnya Aku juga tidak main-main. Hanya saja, (Aku tidak tau bagaimana melukiskan semua kondisi ini tanpa menyalahkan sesuatu). Jadi, Aku hanya ingin meminta maaf jika tanpa sadar, melalui kehadiranku ada yang berharap, Aku bisa membuat keajaiban.
Tapi, sampai detik ini, Aku masih ingat janji untuk membantu kehidupa sosial dan kemasyarakatan. Hanya saja, Aku masih membenarkan hidupku. Satu hal yang Aku sadari, untuk membantu orang lain, kita harus menolong diri sendiri. Tapi, urusan diri takkan ada habisnya bukan? Mungkin jawabannya adalah urusan diri seperti dan seberapa yang terbilang untuk kamu beranjak untuk mulai membantu sekitar.
Untuk memulai berjalan kita tidak selalu membutuhkan alas kaki, kita hanya perlu kedua kaki yang kokoh berdiri. Jadi anggap saja saat ini, aku tengah menumbuhkan kedua kaki Aku.
Thanks!!
Thanks!!
Komentar
Posting Komentar