Jadi kemaren sempat singgah bentar di Yogya demi biaya pulang murah. Kemudian ada keinginan berkunjung ke Candi Prambanan. Candi ini termasuk salah satu warisan dunia unesco loh. Letaknya di jalan gede gitu, jadi kalau mau naik angkutan umum juga akan gampang. Sebelum berangkat sudah diberi info kalau misal kesini bakal bingung mau ngapain kecuali suka foto (itupun spot yang bagus harus bayar, katanya) dan kalau siang akan panas banget selain itu, mahal tiketnya. Menurut info harganya 40k.
Candi Prambanan ini erat kaitannya sama Roro Jonggrang. Seorang putri cantik yang berakhir tragis menjadi batu untuk melengkapi candi. Kisah yang sudah menjadi legenda. Mungkin justru cerita ini yang lebih terkenal.
Zaman dahulu kala, hidup seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Kecantikannya menarik perhatian Bandung Bondowoso. Dia melamar Roro Jonggrang. Namun, Roro Jonggrang memiliki syarat yang harus dipenuhi untuk menolak lamarannya tanpa menghina Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang meminta dibangun 1000 candi dalam satu malam. Mengejutkannya, Bandung Bondowoso menerima permintaanya.
Seperti yang kita ketahui, Roro Jonggrang mengakali Bandung Bondowoso saat mengetahui 999 candi telah berdiri. Mengetahui itu, Bandung Bondowoso marah dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu untuk melengkapi candi.
Lain cerita dengan buku sejarah yang dipelajari di sekolah mengacu pada prasati siwagrha. Candi Prambanan dibangun oleh Rakai Pikatan (Wangsa Sanjaya) tahun 850 M yang dikembangkan dan diperluas pada masa kerajaan Medang Mataram. Dengan tujuan memuliakan Dewa Siwa. Pada tahun 930 M sempat ditinggalkan karena kerajaan pindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok. Menurut cerita, Candi Prambanan ini dibangun juga sebagai tanda bahwa Hinduisme telah kembali mendapat dukungan kerajaan. Setelah sebelumnya Wangsa Sailendra mendukung Budha.
Minggu kemaren, baru aja field trip di beberapa candi di jawa Timur, salah satunya Candi belahan atau Candi Tetek. Candi ini berkaitan dengan Mpu Sendok yang membangun Prasasti Cungrang sebagai bukti pembebasan pajak kepada masyarakat sekitar karena menjaga sistem air (Candi Belahan). Ternyata masih berkaitan.
Jadi sebenarnya waktu terbaik mengunjungi candi ini adalah waktu sore mendekati sunset. Tapi gimana ya, mau ngejar suasana bagus pas sunset juga engga memungkinkan karena Aku harus balik. Ternyata harga tiketnya sekarang 50k teman2. Mereka juga menjual paket bundling dengan Candi Boko dengan harga 75k, sudah sekalian mobil ke sana. Lihat tiketnya ada tulisan PT TWC. Aku penasaran kan siapa pengelolanya, ternyata itu BUMN yang dibentuk khusus untuk pengelolaan Candi Prambanan-Borobudur-Ratu Boko. Sesampainya di sana bingung si mau ngapain. Soalnya kompleksnya luas banget asli. Sebenarnya ada fasilitas kendaraan buat keliling tapi bayar lagi. Akhirnya Kami memutuskan masuk ke kompleks Candi Prambanan. Di daerah terluar ada banyak retruntuhan gitu. Lalu ada beberapa yang tengah dipugar.
Pas masuk emang bener si panas banget, sumpa. Dan di sekitar candi engga ada keterangan penjelasan apapun. Akhirnya setelah keliling di Candi Siwa dan istirahat bentar Kami menuju ruang audiovisual. Mengejutkannya, Kami harus membayar 5k untuk memasuki theaternya. Ruangannya bagus, alur ceritanyan juga engga membosankan kaya theaternya Dieng. Jadi, film nya menceritakan sejarah dikit, lebih banyak menceritakan sendratari yang biasanya ditampilkan. Sendratari ini mengenai pertunjukan Ramayana. Cerita Rama-Shinta.
Rama dan Shinta mengembara bersama adek Rama -lupa namanya-. Suatu ketika adek Rama engga balik dan disamperin sama Rama. Namun, sebelumnya membuat lingkaran ajaib buat memlindungi Shinta. Suatu hari, ada seorang kakek yang meminta dan kebaikan hati Shinta tidak sanggup melihatnya jadi dia mengeluarkan tangan dari lingkaran ajaib. Ternyata, kakek itu adalah Rahwana -monster-. Dan Shinta dibawa ke khayangan, eh negeri setan lah. Lalu Anoman, memberitahu Rama mengenai ini dan dia menawarkan diri untuk pergi ke sana. Lalu, Si Rama menitipkan cincin untuk diberikan kepada Shinta. Sesampainya di negeri setan, Anoman memberikan cincin itu, dan Shinta memberikan semacam jepit rambut untuk diberikan kepada Rama sebgai bukti kesetiaannya. Namun, Anoman dicegat oleh pasukan-pasukan setan dan tertangkap gara-gara panah salah satu dari mereka. Anoman dibakar namun dia bisa menahan api tersebut. Akhir ceritanya engga ada disitu, jadi harus nonton sendiri kesana ya.
Film diakahiri dengan fasilitas yang ada di sana. Seperti kafe, kid zone, sepeda keliling, gitu2. Anehnya kenapa fasilitas ini harus bayar lagi. Kalau menurut teman aku si mungkin untuk biaya pengelolaan karena Candi yang murah apalagi gratis cenderung tidak terawat. Kalau poin Aku si engga papa bayar asal dapat yang sepadan. Ini berasa engga dapat apa2 si Aku. Informasi juga harus bayar lagi. Berasa masuk wahana bermain yang tiket masuknya udah mahal tapi pas di dalam masih harus kelaur duit lagi. Trus kemaren sempat diskusi dengan Ibu Endang katanya emang itu fokus ke marketing aja sama fasilitas kali ya, kadang uang untuk pemeliharaan masih minta ke disbudparnya. Aku engga tahu ini benar apa engga. Menurut temanku lagi, dengan biaya segitu pasti ada impact sosialnya lah.
Heran aja, kenapa tiket museum, candi dan lain sebagainya di Yogya ini mahal banget. Kan sayang buat orang-orang yang inginm belajar tapi engga ada duit. Misal Museum Affandi itu tiketnya tahun 2016 juga 50k, tapi pas sampai disana aku dapet air dan boleh minta guide gratis dari petugasnya. Museum Ullen sentalu tahun 2018 40k -engga tahu sekarang berapa) tapi udah sekalian guidenya. Kalo misal ada fasilitas langsungnya gini kan jadi ga terlalu kerasa mahal yak. Kerasa si sebenarnya, tapi engga banget.
Sekian, mari cintai budaya Indonesia.

Komentar
Posting Komentar