Langsung ke konten utama

Kedung Tumpang, Jajaran Pantai Tulungagung yang Terkenal

Salah satu destinasi di Tulungagung yang pengen banget dikunjungi tapi baru kesampaian tahun 2019 ini. Sebagai orang Tulungagung, Aku sangat jarang main di sekitar sini. Dan Aku merasa sedih. Jadi, Pantai Kedung Tumpang ini terkenal gara-gara MTMA. Kayanya si. Tapi emang bagus, asli. Habis itu terkenal lagi gara-gara banyak tragedi yang keseret ombak dan meninggal di Pantai ini.

Wacana ini berawal dari temen Aku dari SMP namanya Risa. Aku gatau mau nyeritain kamu model gimana Sa. Intinya mungkin Dia adalah orang yang melihat perubahan Aku dari masa remaja, puber sampe sekarang.

Pertemuan yang akhirnya terealisasi itu menghasilkan sebuah ide kesana. Kebetulan juga, si Nur -temen Risa- ada kerjaan di dekat pantai jadi ayuklah diberangkatkan. 

Perjalanan dari kota menuju pantai kurang lebih 3 jam lah. Waktu itu Aku sok ide berangkat sore aja biar bisa lihat sunset. Ternyata beberapa jalan menuju kesana masih hutan dan engga ada lampunya, meskipun sudah aspal mulus. Tapi tetep ajakan ya malam2 gelap gulita dan naik motor, yuhuu sekali.

Sampai di Pantai, ada mushola tapi airnya tidak keluar jadi kalo mau sholat silahkan ke warung di sekitar situ. Nah, buat sampai di bawah Kami harus tracking yang jalannya lumayan bikin capek karena turun banget. 15-20 menit kali ya, Aku lupa. Kalau ke Pantai ini kalian cukup mengeluarkan untuk parkir aja, engga ada tiket masuknya.

Sesampainya di bawah, Kami disajikan pemandangan yang luarbiasa.

View dari sebelah timur
Pas ada ombak


Nah kalo misal engga lagi mendung matahari bakal nongol di sebelah barat, eh pasti di barat si. Kaya gini. Kemaren sempat lihat ada cahaya matahari yang masih kelihatan diantara awan-awan tebal gitu. Bagus asli, kaya cahaya-cahaya surga yang turun gitu.

Sisi sebelah barat

Nah, Kedung itu ternyata lagoon ini. Sebenarnya emang asik banget buat mandi. Kalau misal searching Kedung Tumpang pasti akan menemukan orang-orang yang mandi di sini atau duduk di atas pelampung gitu. Tapi ada banyak larangan mandi karena kalau lagi ombak bisa terseret. Banyak kejadian yang terseret ombak emang. Kalian lihat sendiri kan ombaknya luarbiasa serem (di foto yang atas sendiri sebelah kanan).

Kedung/lagoon

Sampai di kecamatan Ngunut jam 19 pm, Kami memutuskan untuk makan. Ini tempat makan rekomendasi dari Nur. Ada tomyam, nasgor, roti canai. Yang paling luar biasa adalah rasa teh tariknya. Sumpa enak banget. 

Sekian, salam dari anak Tulungagung.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reply 1988 : Told Me About Live

Sebagai orang heartless, tidak banyak film atau series yang bisa menyentuh, apalagi berulang kali bikin nangis-nangis. Namun ada beberapa yang menguras air mata, tentu saja. Salah satunya adalah Reply 1988. Series lama (2015) yang entah kenapa direkomendasikan disemua situs setiap kali mencari rekomendasi drama yang bagus. Dari yang awalnya nggak minat, karena setting jaman dulu, sampai aku jatuh cinta sama series satu ini. Apa yang membuat ini begitu menarik adalah angle yang diambil sang sutradara, ada banyak topik yang relevan dengan kehidupan nyata dan penggambaran karakter yang punya ceritanya sendiri-sendiri. Dari topik-topik ini ada banyak banget nilai moral yang bisa kita ambil. Family, tempat pulang bahkan saat terkadang kamu kesal dengan mereka. Dari awal ceritanya menggambarkan bagaimana posisi tokoh utama sebagai anak tengah diantara anak bungsu dan sulung sebuah keluarga yang hidup di bawah tanah. Bagusnya serial ini, engak hanya mengangkat permasalahan keluarga si t...

Lembayung Bali-Saraz Dewi

Menatap lembayung di langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu Di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai memulang waktu Hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu oh cinta Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa masih kusimpan suara tawa kita kembalilah sahabat lawasku semarakkan keheningan lubuk Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini oh mimpi Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu Lembayung bali

My Confession...

Aku sudah sadar tentang ini dari lama, tapi tiba-tiba pas ngomongin ini dari sisi lainnya which mean ngga tentang aku jadi sedih banget. 06.07.20 'Aku bingung mau terima interviewnya atau ngga soalnya aku merasa ngga layak apalagi membahas gimana organisasi tourism ini bertahan di pandemi dan tetap menolong masyarakat' Pesan yang aku ucapkan buat minta saran, tapi justru menggelitik hatiku sendiri. Dan kebetulan habis banget ngelihat foto-foto orang Pacitan. Aku ngga pernah menjaminkan apapun pada mereka, tak terucap satu pun janji. Tapi dari sorot matanya yang mengharap, aku tau bahwa meraka ingin Aku jadi pahalwannya. Sangat menyedihkan ternyata aku tidak lebih dari seorang bocah. Yang untuk bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri aja belum mampu. Ada rasa bersalah yang mebebani, harusnya mungkin dari awal aku tak bermain persoalan ini. Tapi, sebenarnya Aku juga tidak main-main. Hanya saja, (Aku tidak tau bagaimana melukiskan semua kondisi ini tanpa menyalahkan sesuatu...