kemaren baru saja nonton Joker di sini, aku milih jam tayang paling awal, jam 12.45. Sejujurnya aku gatau jadwal mainnya karena sosmednya ga aktif dan website yang dirujuk Ig pun error. Jadi berdasarkan prediksi pemutaran film paling awal jam segitu maka aku dateng ke sana. Sesampainya di sana, jam 12.15, pintu baru dibuka. Menunggu sekitar 5 menit, penjaga loket tiket baru dateng dan siap2. Waktu itu aku beli tiket di bangku F di theater 1.
Pas pintu udah dibuka, aku masuk dan pas mau duduk rasanya pengen nangis tahu wujud bangkunya. Jadi kursinya tuh tipis banget, trus ada yang udah sampe kelihatan spons kuningnya. Ya Allah. Jarak antar bangkunya juga sempit banget. Sebenarnya, dari dulu bikin jokes sama kakak atau anak2 TA kalo misal nonton horror di sini bakal berasa 4D karena ada beberapa kursi yang goyang atau bakal bunyi pas kita gerak. Separah itu. Kadang saking malesnya, aku sampe milih ke Kediri aja karena betterlah, apalagi sekarang ada CGV dan XXI.
Aku jadi mikir pentingnya pesaing dalam berbisnis, yaitu untuk meningkatkan performa. Karena menurutku dia merasa aman saja dengan kualitas saat ini karena pelanggan masih tetep ada. Kadang aku mikir, masak gara2 tiketnya murah banget ya dia ga ada dana buat perbaikan, tapi kalo dipikir2 ada beberapa bioskop di Malang atau SBY yang menjual tiket seharga 25k dan masih baik.
Dan disini tuh boleh bawa makanan dari luar, jadi pas awal2 film diputar banyak banget suara mengganggu dari para penonton yang membuka jajannya. Akhirnya aku menyadari kenapa pihak bioskop biasanya melarang memebawa makanan dari luar, disamping untuk membantu penualan popcorn mereka, itu menghindari berisik2 yang tidak perlu.
Semoga ini menjadi kritik membangun ya.
Bye.
Komentar
Posting Komentar