Pernah ga sih kalian sadar menjalani hidup?
Rasanya selama ini aku sekadar hidup.
Menjalani kehidupan sesuai dengan yang diciptakan masyarakat pada umumnya. Prinsip seharusnya. Kadang aku mengagumi orang2 yang dia setelah sma ga langsung kuliah. Atau orang2 yang dari awal tau targetnya dengan jelas, seperti pak Habibie misal. Atau orang yang memutuskan berbelok sesuai jalan hidupnya sendiri.
Menyesuaikan prinsip dan memaksakan, entah itu menunjang target atau tidak, asal sesuai. Prinsip seharusnya ini pasti udah ga asing buat kalian. Sekolah dari SD sampai Kuliah, setelah itu kerja, nikah, trus mati. Kadang ga peduli apakah kuliahnya sesuai target atau bahkan asal kuliah saja. Ya, pendidikan itu penting. Tapi kadang lupa dasar atau tujuan sekolah itu apa. Ga jarang aku melihat anak2 yang menjalani sekolah karena 'kewajiban' dari orangtuanya. Malahan kadang sang anak mengancam. 'Aku gamau sekolah kalo ga dibeliin ini dan itu'. Lucu, sungguh lucu. Bukti dia tak paham kenapa harus sekolah. Dan orangtuanya juga tak mau repot2 menanamkan itu. Atau Guru di Sekolah? Kadang sama saja. Sedikit sekali yang mau memosisikan diri sebagai pembimbing. Hanya profesi yang menunjang hidup mereka.
Menyesuaikan prinsip dan memaksakan, entah itu menunjang target atau tidak, asal sesuai. Prinsip seharusnya ini pasti udah ga asing buat kalian. Sekolah dari SD sampai Kuliah, setelah itu kerja, nikah, trus mati. Kadang ga peduli apakah kuliahnya sesuai target atau bahkan asal kuliah saja. Ya, pendidikan itu penting. Tapi kadang lupa dasar atau tujuan sekolah itu apa. Ga jarang aku melihat anak2 yang menjalani sekolah karena 'kewajiban' dari orangtuanya. Malahan kadang sang anak mengancam. 'Aku gamau sekolah kalo ga dibeliin ini dan itu'. Lucu, sungguh lucu. Bukti dia tak paham kenapa harus sekolah. Dan orangtuanya juga tak mau repot2 menanamkan itu. Atau Guru di Sekolah? Kadang sama saja. Sedikit sekali yang mau memosisikan diri sebagai pembimbing. Hanya profesi yang menunjang hidup mereka.
Anak petani yang menderita akan bilang ke anaknya 'sekolah yang tinggi ya nduk, le biar ga kaya bapak sama ibuk'. Mindset bahwa sekolah untuk bekerja di company agar bisa hidup enak yang sudah didefinisikan. Yaitu, memiliki pekerjaan tetap dengan gaji 2 digit, rumah mewah, mobil atau setidak2nya mampu makan ikan setiap hari. Sangat wajar jika seorang anak juga termotivasi untuk hidup seperti itu. Tapi suatu ketika dia akan mulai bertanya2. Meskipun sebenarnya itu juga sebuah target. Tapi pernah ga kalian membayangkan jika semua anak petani bilang seperti itu ke anak2nya. Maka tidak ada seorang pun yang mau menjadi petani. Kalo melihat2 sawah sekarang hanya orangtua2 yang bekerja. Tak melihat satupun anak muda. Kebanyakan orangtua emang cari aman, ingin kemudahan untuk anaknya. Menyekolahkan tinggi2 anaknya agar hidupnya enak. Begitulah.
Bagaimana idealnya hidup? Entahlah. Mungkin kalian akan menemukannya jika memahami kesadaran2 ini.
Kesadaran siapa kita? Apa yang dilakukan? Dan berapa waktu yang telah dihabiskan? Last, Do you realize what is happening now?
Hidup sesuai definisi kalian. Tanpa repot2 memperhatikan society. Menjalani hidup sesuai pilihan masing2. Tapi karena pikiran dan hidup sudah dibentuk, kadang terlampau susah untuk menyadarinya sekarang. Dan yah mungkin karena sebagian manusia lebih memilih kemudahan daripada yang lainnya.
Intinya, harus bener2 sadar. Dan ketika sudah memilih harus sepenuh hati.
Intinya, harus bener2 sadar. Dan ketika sudah memilih harus sepenuh hati.
Udah ah, bye.
Kalo ada yang mau didiskusikan atau kalian punya pendapat lain atau setuju, comment yaww!!! 😘
Komentar
Posting Komentar