Cinta?
Apa yang ada dibenak orang2 saat membahas cinta? Aku berani menjamin hampir 99% pasti mengarah ke persoalan romansa antar manusia. Gasalah. Tapi definisi cinta itu luas.
Buat aku saat ini adalah pencarian cinta terhadap hidup yang udah diberikan ke aku. Kalo ada yang bilang cinta ga butuh alasan buat aku itu bullshit. Karena mencintai sesuatu butuh alasan yang kuat. Kalo hanya mudah dikata dan dirasa kadang menyesatkan dan bisajadi memang kau dibutakan nafsu semata. Aku percaya cinta butuh diperjuangkan, yang berarti kau butuh alasan untuk tetap mencintai dan berjuang demi cinta itu. Meskipun sudah teraih tak akan mudah untuk lupa dan ada asa pengingat untuk bertahan saat lelah. Namanya manusia, rasa bisa berubah secepat saat datang.
Apa yang ada dibenak orang2 saat membahas cinta? Aku berani menjamin hampir 99% pasti mengarah ke persoalan romansa antar manusia. Gasalah. Tapi definisi cinta itu luas.
Buat aku saat ini adalah pencarian cinta terhadap hidup yang udah diberikan ke aku. Kalo ada yang bilang cinta ga butuh alasan buat aku itu bullshit. Karena mencintai sesuatu butuh alasan yang kuat. Kalo hanya mudah dikata dan dirasa kadang menyesatkan dan bisajadi memang kau dibutakan nafsu semata. Aku percaya cinta butuh diperjuangkan, yang berarti kau butuh alasan untuk tetap mencintai dan berjuang demi cinta itu. Meskipun sudah teraih tak akan mudah untuk lupa dan ada asa pengingat untuk bertahan saat lelah. Namanya manusia, rasa bisa berubah secepat saat datang.
Lalu bagaimana kalo kehilangan alasan untuk hidup? Berarti gawat. Landasan terbesar untuk mencintai hilang.
Sebenarnya ide pencarian cinta ini datang dari adek bernama dini. Dia cewek hebat. Orang yang akan berjuang buat sesuatu yang menurut dia itu disayanginya dan mimpinya. Orang yang overthinking terhadap apa2 yang terjadi sampai terbawa mimpi bahkan sampai tak bisa bermimpi -insomnia-. Aku lupa detail bagainana mulanya, diingatanku dia pernah mengajakku mencari cinta. Scroll chat aku menemukan ajakan yang datang dari aku untuk mencari cinta karena aku tengah menjalaninya. Ingatan2 sepotong mengembalikan memori pembicaraan tengah malam yang sering membuat kami begadang dan lapar mencari nelongso. Kita sering membicarakan random thought yang gajelas tapi bermakna.
'The world will ask who you are, if you dont know, the world will tell you'
-Carl Jung.
Tepat seperti ungkapan itu, aku mengira dunia benar2 akan memberitahuku. Ternyata ga segamblang itu, karena itu urusan dengan dirimu.
Pencarian cinta awalnya kumulai dari travelling, tapi tak terlalu membekas selain kenangan dan foto yang bisa dipamerkan. Setiap perjalanan memang memberi warna yang berbeda. Selalu ada kesan dan pesan yang tertinggal. Tapi nampaknya ini kurang dalam menyentuh palung2 alasan untuk menopang hidup. Rasanya memang ada yang salah dengan hatiku yang mulai mati merasa, bingung mendefinisikan apa yang dinama rindu. Semua terucap untuk memaniskan hubungan semata. Apa yang salah?
'The world will ask who you are, if you dont know, the world will tell you'
-Carl Jung.
Tepat seperti ungkapan itu, aku mengira dunia benar2 akan memberitahuku. Ternyata ga segamblang itu, karena itu urusan dengan dirimu.
Pencarian cinta awalnya kumulai dari travelling, tapi tak terlalu membekas selain kenangan dan foto yang bisa dipamerkan. Setiap perjalanan memang memberi warna yang berbeda. Selalu ada kesan dan pesan yang tertinggal. Tapi nampaknya ini kurang dalam menyentuh palung2 alasan untuk menopang hidup. Rasanya memang ada yang salah dengan hatiku yang mulai mati merasa, bingung mendefinisikan apa yang dinama rindu. Semua terucap untuk memaniskan hubungan semata. Apa yang salah?
Aku mulai mengulang alasan2 yang kuucap mengapa aku berhenti berharap, dan ternyata aku masih belum berdamai dengan masa lalu. Aku telah kehilangan kepercayaan dan keberanian. Aku masih menyalahkan keadaan padahal aku menutupi ketakutan yang sulit untuk diucap. Di waktu yang sempit aku mulai belajar, bahwa semua hal ada dibawah tanggungjawabku, maka yang sudah terjadi lupakan. Sekarang adalah peluang untuk mengucapkan halo untuk semua risiko yang ingin aku tanggung dibawah kesadaranku.
Aku juga sempat berpikir untuk bertemu manusia. Mendengarkan dan sharing membuat hari2ku menyenangkan. Terkadang cerita mereka membuatku belajar bersyukur tapi ketika sudah selesai, yasudah. Kusadari itu semua hanya pelarian. Aku tengah lari dari penyelesaian permasalahan. Saat sendiri, aku merasa hampa dan gila. Sampai2 aku mengatakan aku gabisa sendirian. Rasanya lucu. Aku manusia yang menyukai privasi tapi gabisa sendiri, sebuah kontradiksi. Lalu aku mulai berpikir, kenapa aku bisa berpikir demikian? Dan guyuran jawaban mendatangi satu persatu.
Aku mulai belajar menjadi independen, tidak bersandar, kecuali Tuhan karena aku beragama tentunya. Aku ingin mencoba melakukan hal2 sendiri. Aku ingin lebih mengenal manusia apa aku ini. Aku ingin lebih mencintai. Dan ternyata ini sebuah jawaban, karena aku merasa mengenal aku. Aku lebih berani untuk bersikap jujur tentang perasaan. Aku juga mulai merasa lelah dengan ingar bingar dunia. Kesadaran2 yang membuatku ingin lebih menemukan alasan untuk mencintai.
Kesimpulan sementaraku adalah aku butuh kedamaian dan ketenangan dengan diri sendiri untuk tahu, dunia memang membantuku tapi aku harus menentukan siapa aku. Saat travelling dengan teman2 aku masih berkutat dengan duniaku dan teman yang itu, aku menggantungan pilihan pada mereka. Saat bertemu dengan orang aku mengambil pelajaran teoritical dan mencoba simpati hingga empati tapi aku tak pernah benar2 tau hingga paham. Memberikan saran berdasarkan teori seharusnya bukan proses kejadiannya. Ternyata memahami itu susah, aku tengah mencoba mengerti mengapa dia begini dan begitu. Menjadi manusia independen itu seru dengan segala kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan orang baru, kejadian baru. Meski saat bersama teman tak menutup kemungkinan itu. Saat sendiri kamu melihat lebih banyak.
Kesimpulan sementaraku adalah aku butuh kedamaian dan ketenangan dengan diri sendiri untuk tahu, dunia memang membantuku tapi aku harus menentukan siapa aku. Saat travelling dengan teman2 aku masih berkutat dengan duniaku dan teman yang itu, aku menggantungan pilihan pada mereka. Saat bertemu dengan orang aku mengambil pelajaran teoritical dan mencoba simpati hingga empati tapi aku tak pernah benar2 tau hingga paham. Memberikan saran berdasarkan teori seharusnya bukan proses kejadiannya. Ternyata memahami itu susah, aku tengah mencoba mengerti mengapa dia begini dan begitu. Menjadi manusia independen itu seru dengan segala kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan orang baru, kejadian baru. Meski saat bersama teman tak menutup kemungkinan itu. Saat sendiri kamu melihat lebih banyak.
Ingin menjalani hidup secara sadar. Itu saja. Dan menjadikan hidup yang seperti apa.
Bye.
Komentar
Posting Komentar