Langsung ke konten utama

MASW FAMILY

Tahun terakhir masa kuliahku itu maha asyik. Saat itu pulang Kerja Praktik (KP), aku langsung ambil data buat kuliah lapangan terpadu selama seminggu di SBY. Seperti yang sudah aku ceritakan di 'Big help city' itu merupakan permulaan kenapa ada team MASW. Melalui proses yang ga cepet, akhirnya kami ada.
Aku bingung harus mulai darimana karena too much to say. Hehe
Dulu pas aku lempar ajakan buat ber TA bareng si anto mau gara2 dia merasa dia bakal mager kalo ngerjain sendiri. Itu adalah fakta yang diketahuinya,  bagus. Si anto ini mungkin kalo diajak komunikasi paling bener daripada si unyuk dan petis tapi kalo secara kelakuan paling gajelas kali ya. Anto ini manusia yang susah lepas dari hape, sampai kita sering ngasih tau dia. Jadi kenapa aku bilang kelakuan dia gajelas adalah di suatu titik itu, tiba2 dia minta si petis menghentikan motornya karena melihat ikan tergeletak di kubangan air di tengah jalan buat diambil itu ikan. Pas ketemu sama kita yang naik mobil dia minta wadah buat si ikan,  yang kemudian kita beri nama momop, dan menjadi pacar unyuk. Anto ini punya bulek -atau budhe aku lupa- yang jualan seblak, trus kita dibikinin, uenak pol. Tetangga si bulek ini punya monyet yang garang. 
Ngomongin ini, join lagi si petis yang katanya dia ga ada bahan buat TA jadi join aja. Yah, aku bersyukur dia join dengan kita karena dia berguna dan bermanfaat dalam kelancaran lapangan. Sekali aja ini tak puji tiiis. Tapi petis ini ngeselin banget kalo diajak ngomong, ada aja celetukan gajelas yang keluar dari mulutnya, sepenting apapun percakapannya. Orang yang bakal ngasih saran sabar dan ikhlas dalam hidupmu disetiap aspek. Orang yang susah mengungkapkan perasaannya,  tapi bakal dia aksiin, tapi keselnya sok evil gitu omongannya. 
Unyuk, dia waktu itu bingung mau KP dulu atau gimana tapi kek nya diajakin petis dan anto akhirnya dia mau. Sempet kepikiran gabisa nolak kesempatan gitu dianya trus galau. Sebenarnya dia ini ga unyuk sama sekali, aku juga heran kenapa dia dipanggil begitu. Dia ini sering disebut adik petis karena emang jayusnya sama, jokesnya juga, untung kadang masih tau waktu. Dia partner gosip sama cus karena pengetahuan artisnya lebih lengkap dari aku :(. Terimakasih kepada keluarga unyuk karena menyupport mobil untuk dipakai rusuh, menyediakan tempat dan makan untuk kami. 
Cus, sang mami piglet. Dia orangnya baik sampe bikin heran. Dia itu orangnya pekerja keras, teman yang asik, suka nonton storygram pake volume maksimal. Kalo kata anak2 si karena dia baik itu meskipun gasuka kalo lagi di godain anak2 jawabnya masih sok imut. Cus sama unyuk ini tanpa kusadari adalah orang2 yang udah ada di circle ku dari jaman maba. Husnia, orang yang pernah merasa kehilangan waktu untuk menciptakan memori dengan teman2nya, dan meminta untuk diajak jalan. Semoga kamu selalu diberi yang terbaik oleh Tuhan karena kamu juga orang yang baik.  
Mereka berlima adalah orang2 yang membantuku lulus S1, tanpa mereka aku gayakin sekarang udah lulus. Hadiah yang baik ditahun akhir. Mereka yang dengan caranya masing2 mendorong aku yang males ini buat ke kampus ngerjain bareng. Mereka yang sampe sekarang masih aja brisik di grup kami atau sekadar telponan bareng untuk menebus rindu. Mereka yang aku ingin membantunya tersenyum setiap saat.😍
Perjuangan TA  dimulai dari Desember 2017, kami sudah mulai mempersiapkan perizinan. Jurusan aku kalo akuisisi data dari awal kayanya emang berat dan emang gabisa kalo sendiri. Terkadang pas ngukur pun masih ada pikiran 'kenapa juga TA harus se struggle ini, mana SBY panas luar biasa'. Tapi hidup itu kan tentang pilihan, kadang di tengah jalan emang banyak godaan tapi kalo sudah finish bahkan sudah jauh dari finish, kenangan itulah yang menjadikanmu tahu kehidupan dan punya kenangan. 
Januari kami libur untuk menabung rindu jikalau nanti tidak bisa pulang. Tidak lama, kami harus balik untuk menentukan ukuran grid untuk 50 titik, lalu mencari mencari tanah kosong melalui google earth atau survei langsung untuk memastikan tanah itu kosong disetiap grid. Selanjutnya kita menyebar surat izin, kadang juga harus balik ke jurusan karena ada kesalahan atau lain sebagainya. Februari akhir sampai maret kami mengambil data keliling Surabaya. Macam cerita disetiap titik menjadi kenangan yang bisa diceritakan kembali. Ada banyak hal2 lucu, sedih, marah, capek, goblok yang terjadi.
Kalo membahas momen ada banyak  si, kaya kita pernah gagal ngukur satu setengah hari gara2 datanya gabisa di save. Paniklah kita, udah ngira rusak ini itu, software corrupt, ganti laptop, hubungin senior buat nanya solusi. Ternyata masalahnya cuma gara2 softwarenya gabisa save data yang ada karakter non huruf dan angka, dan file di titik itu di save 50(?). LOL. 
Kita pernah bertengkar sama orang dari kabupaten M. Heboh dah. Jadi itu tanah lagi sengketa, kita udah ngobrol baik2, dan yang lain pada setuju, cuma satu mbah2 gajelas yang tiba2 dateng ga ngebolehin kita ngukur. Oh god, dia lebay pol, padahal yang lain bantuin kami dengan bilang kasihan ini pelajar gitu2. Trus si bapak ngotot, siapapun yang mau make tanah harus bawa sertifikat sah, lucunya adalah kan lagi sengketa yang otomatis emang belum jelas bakal jatuh ke siapa kannn. Gara2 ini kita kudu muter2 lagi buat cari pengganti titik itu. Susah nyari penggati kalo udah nyaman kannn -eh. 
Jadi kita ngukur di musim ujan kann, ada beberapa daerah yang berlumpur gitu, beneran kek mandi lumpur dah. Dan karena geophone itu kan bukan hidrophone jadi sekarat gitu alatnya pas dilokasi model begini. Harus bolak balik di cek, udah idup pas ditinggal berdiri mati lagi. Sampai2 si petis dendam sama ncus -operator-. Trus kan kita harus mukul lempeng gitu kan buat nimbulin gelombangnya, visa bayangin ga kalo lempengnya diatas lumpur trus dipukul pake palu guede dengan tenaga yang cukup? Yup, lumpurnya muncrat. Kemaren pemukulnya sempet kena jackpot macem itu.
Kapan2 tak tambahin deh ya. Btw judulnya kan family yak, misal ada bapak kira2 siapa ya yang pantas mengisi? 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reply 1988 : Told Me About Live

Sebagai orang heartless, tidak banyak film atau series yang bisa menyentuh, apalagi berulang kali bikin nangis-nangis. Namun ada beberapa yang menguras air mata, tentu saja. Salah satunya adalah Reply 1988. Series lama (2015) yang entah kenapa direkomendasikan disemua situs setiap kali mencari rekomendasi drama yang bagus. Dari yang awalnya nggak minat, karena setting jaman dulu, sampai aku jatuh cinta sama series satu ini. Apa yang membuat ini begitu menarik adalah angle yang diambil sang sutradara, ada banyak topik yang relevan dengan kehidupan nyata dan penggambaran karakter yang punya ceritanya sendiri-sendiri. Dari topik-topik ini ada banyak banget nilai moral yang bisa kita ambil. Family, tempat pulang bahkan saat terkadang kamu kesal dengan mereka. Dari awal ceritanya menggambarkan bagaimana posisi tokoh utama sebagai anak tengah diantara anak bungsu dan sulung sebuah keluarga yang hidup di bawah tanah. Bagusnya serial ini, engak hanya mengangkat permasalahan keluarga si t...

Lembayung Bali-Saraz Dewi

Menatap lembayung di langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu Di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai memulang waktu Hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu oh cinta Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa masih kusimpan suara tawa kita kembalilah sahabat lawasku semarakkan keheningan lubuk Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini oh mimpi Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu Lembayung bali

My Confession...

Aku sudah sadar tentang ini dari lama, tapi tiba-tiba pas ngomongin ini dari sisi lainnya which mean ngga tentang aku jadi sedih banget. 06.07.20 'Aku bingung mau terima interviewnya atau ngga soalnya aku merasa ngga layak apalagi membahas gimana organisasi tourism ini bertahan di pandemi dan tetap menolong masyarakat' Pesan yang aku ucapkan buat minta saran, tapi justru menggelitik hatiku sendiri. Dan kebetulan habis banget ngelihat foto-foto orang Pacitan. Aku ngga pernah menjaminkan apapun pada mereka, tak terucap satu pun janji. Tapi dari sorot matanya yang mengharap, aku tau bahwa meraka ingin Aku jadi pahalwannya. Sangat menyedihkan ternyata aku tidak lebih dari seorang bocah. Yang untuk bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri aja belum mampu. Ada rasa bersalah yang mebebani, harusnya mungkin dari awal aku tak bermain persoalan ini. Tapi, sebenarnya Aku juga tidak main-main. Hanya saja, (Aku tidak tau bagaimana melukiskan semua kondisi ini tanpa menyalahkan sesuatu...