Malam tanggal 15/08, aku chat ke grup ijen, memanggil orang2 untuk jalan2 besoknya. Mendapat respon positif dari mereka, tapi temanku, tsany, meminta berangkat malam setelah dia les. Maka kami putuskan berangkat pukul 22. Diskusi trus berlanjut sampai keesokan harinya. Nuha mengusulkan kami ke bromo.
Sebuah kebetulan dari alam semesta, hari itu kami jalan2 ke bromo. Mendadak seperti biasanya, bahkan salah satu dari kami tak membawa jaket padahal lagi dingin2nya. Sesampai disana kami melihat keramaian, dan kami sadari bahwa itu hari libur nasional. Peringatan kemerdekaan Negera Kesatuan Republik Indonesia, negara kami.
Tanggal 16, kami berangkat, karena kebiasaan kami yang tak jelas, sebelum berangkat kupastikan kami jadi ke bromo, mau pakai jaket gitu maksudnya. Akhirnyaa kami berangkat, aku duduk depan dan tsany yang nyetir. Aku menghubungi nomer jeep yg diberi hanna, awalnya kami sudah senang karena bisa reservasi dulu tapi ternyata kami salah pintu masuk. Untung saja kami bertemu orang di jalan dan kami diberi jeep baru, padahal rata2 sudah penuh karena besok tgl merah. Setelah kutawar2 agar tak terlalu mahal, maka deal lah kami harga 650k dan plus tiket masuk kita ber 6 menjadi 800k.Ya, kami ikut tur untuk 4 lokasi, penanjakan buat melihat sunrise, kawah, bukit teletubies, dan terakhir pasir berbisik.
Sesampainya di tempat parkir kami dikenalkan ke sopir jeep, kami ke toilet, dan aku lapar banget, Ya Allah. Akhirnya kami makan pop mie, dan karena dingin kami menunda keberanngkatan sampai pukul 4. Naik keatas, kami menunggu shubuh di jeep, karena emang dingin banget, dan si kunyuk ga bawa jaket. Dia make sarung dan ganti sepatu gunung, dan joroknya dia, nemu kaos kaki kotor, entah punya sopo dipake buat sarung tangan. Akhirnya kami turun dari jeep, jalan bentar, sholat. Naik ke penanjakan, subhanallah, rame bener itu ug mau liat sunrise. Jalan ke atas lagi, kami akhirnya dapat spot yang lumayan. Awalnya kami jalan ber 6, tapi kepisah, aku bareng cris dan kunyuk. Si nuha bareng sapi dan tsany. Pas jalan keatas, aku nyaris kebablas, saking semangat jalan mungkin, ternyata si cris dan kunyuk belok kanan, untung mereka baik hati manggil aku ya. Foto2, tiba2 si tsany muncul, dan abis itu si nuha, kami tunggu2 si sapi kaga muncul2. Ilang dia. Tsany nyari dia. Habis itu, kita memutuskan turun. Sepanjang jalan kami tak jumpai seorang pun sebagai sapi. Akhirnya sampai di jeep, dia juga tak ada. Pas mau balik atas lagi, kami melihat dia di belakang kami.
Macet uy jalannya, jadi kami diam di jeep, gabisa kemana2. Nuha minta temenin ke kamar mandi, pengen pup dia. Akhirnya aku keatas lagi.
Setelah menunggu, kami bergerak menuju kawah bromo. Kami harus berjalan dari tempat parkir jeep, dan ya lumayan. Sebenarnya aku enggan naik tangga menuju kawahnya, karena sudah pernah, tapi demi melihat semangat nuha, aku jadi merasa tak tega. Jalan menuju kesana penuh kuda yg lari2 dan eek nya. Kami sempat berhenti untuk membeli ketan. Ditengah jalan, si kunyuk kebelet pup, akhirnya dia pergi ke WC. Alhamdulillah, sampai juga kita di tangga menuju kawah, disitu sampai macet pula, selangkah2 baru bisa naik. Puas diatas, kami turun. Kocak abis ini, pas turun si sapi hampir aja kena tepang sama kuda. Pas perjalanan turun, aku melihat orang membawa bendera panjang pol, aku berpikir mereka akan mengibarkan bendera itu mengelilingi kawah seperti yg dilakukan fiersa besari di kawah tamboraa. Sesampainya di tempat parkir kami dikenalkan ke sopir jeep, kami ke toilet, dan aku lapar banget, Ya Allah. Akhirnya kami makan pop mie, dan karena dingin kami menunda keberanngkatan sampai pukul 4. Naik keatas, kami menunggu shubuh di jeep, karena emang dingin banget, dan si kunyuk ga bawa jaket. Dia make sarung dan ganti sepatu gunung, dan joroknya dia, nemu kaos kaki kotor, entah punya sopo dipake buat sarung tangan. Akhirnya kami turun dari jeep, jalan bentar, sholat. Naik ke penanjakan, subhanallah, rame bener itu ug mau liat sunrise. Jalan ke atas lagi, kami akhirnya dapat spot yang lumayan. Awalnya kami jalan ber 6, tapi kepisah, aku bareng cris dan kunyuk. Si nuha bareng sapi dan tsany. Pas jalan keatas, aku nyaris kebablas, saking semangat jalan mungkin, ternyata si cris dan kunyuk belok kanan, untung mereka baik hati manggil aku ya. Foto2, tiba2 si tsany muncul, dan abis itu si nuha, kami tunggu2 si sapi kaga muncul2. Ilang dia. Tsany nyari dia. Habis itu, kita memutuskan turun. Sepanjang jalan kami tak jumpai seorang pun sebagai sapi. Akhirnya sampai di jeep, dia juga tak ada. Pas mau balik atas lagi, kami melihat dia di belakang kami.
Macet uy jalannya, jadi kami diam di jeep, gabisa kemana2. Nuha minta temenin ke kamar mandi, pengen pup dia. Akhirnya aku keatas lagi.
Destinasi selanjutnya, bukit teletubies. Terakhir aku kesana masih hijau sekali itu savananya, sekarang menjadi kering. Foto2, bercanda gajelas, lempar sendal cris, dia mancing duluan sih. Jadi, tiba2 dia nglepas sendalnya trus dilempar, kan itu mancing banget orang buat usil jugaa.
Saat dipasir berbisik, saya bingung mengapa disebut demikian, ketika ku tanyakan kepada sang sopir, kami diminta mencoba saja. Nuha udah turun duluan, lalu aku kunci pintu dari dalam. Awalnya dia biasa aja, gasadar tepatnya, karrna kami lama sekali, tak turun2, dia mulai membuka pintu tapi tak bisa. Aku mulai ingin iseng, kuminta bapak sopir untuk menjalankan mobilnya sedikit, tapi si bapak tak mau, mungkin dia merasa kasian pada nuha. Akhirnya kami turun dan berjalanlah kami menuju tempat itu. Dan melihat semaraknya bendera2 merah putih berkibar dimana2, aku mengajak teman2ku untuk mengheningkan cipta. Mungkin aku sedikit rindu bagaimana dulu aku menjalani upacara, itung2 mengenang jasa pahlawan yg sering terlupakan.
Hari ini, aku berpikir, mungkin itu bisikan dari sang pasir, meminta kita ingat perjuangan pahlawan memperjuangkan Indonesia tercinta.
Komentar
Posting Komentar