Tanggal 5 kami ( aku, isna, dhaffa, kunyuk, thufeil) pergi ke rooftop siola, melihat persembahan dari surabaya untuk penghuninya. Sesampainya disana kami hanya menikmati sedikit. Bukan karena tak bagus, tapi karena kami terlambat. Selanjutnya kita makan di nasgor apsari, selalu jadi favorit. Dulu, pertama kali menemukan makanan bareng teman kakak saya setelah debat panjang (lain kali aja saya critain). Ternyata motorku harus di pompa karena memang kempes oleh si kunyuk. Habis makan aku dan dia melanjutkan ke grapari, untuk memotong nomer ku. Jadi, alhamdulillah sekali aku mendapat pinjaman hape bekas kakak yaitu oppo A37f setelah berjuang bareng sama hape oppo R827. Sambil menunggu antrian, berbincanglah kami, tentang adiknya dan pacaran. Sepulang dari grapari, kita ke ITS karena memang mobilnya di parkir disana. Dia meminta aku diantar, tapi aku bersikukuh naik motor. Saat itu memang sudah pukul 12 lebih. Maka pulanglah saya dengan motor saya, saat sampai di daerah kejawan, rantai motor aku patah dong. Wah! Untung saja disitu ada warkop, dibantulah saya dengan para bapak2 dan mas2 disana. Apesnya, rantai saya tak hanya patah, tapi juga 'menjiret' sehingga ban nya gabisa jalan. Ribetlah mereka mencari kunci no 8. Dan akhirnya saya diantar sampai kosan. Sesampai dirumah, saya packing untuk persiapan ke Rakum.
Tanggal 6, yap bener banget, paginya, saya ke nikahan ali, temen TG3, di madura. Karena motor saya memang tidak bisa, saya nebeng dengan cris. Di manarul, lama banget kita menunggu lengkap. Akhirnya yg janjian pukul 7 berangkat jadi jam set 9 kita berangkat. Di dalam mobil bercakap2lah kitaa. Setelah sampai di Ali kami makan, sholat, membungkus jajan, foto, dan berpamitan. Sesampainya disurabaya kita memutuskan untuk langsung ke malang, padahal aku senin atau besoknya tanggal 7 harus ke ranu kumbolo. Memang gila yg ada di dalam mobil itu. Maka kusampaikan ketidaksetujuanku dengan alasan aku akan ke malang besok dan barangku masih di kos. Terjadilah perdebatan panjang, saling menantang, kalau saya ga ikut berarti naik gojek untuk pergi ke kos atau barangku diambilkan oleh temanku. Karena saya tidak menyukai kekalahan, maka ku iyakan dan ku tantang balik mereka, jika mereka tidak jadi ke malang mereka membayar saya 50K per orang. Sampai di perempatan kenjeran, adzan maghrib berkumandang, mampirlah kita untuk sholat.
Setelah kami sholat, shafira memutuskan untuk mengantarku mengambil barang dulu ke kos dan berangkat ke Malang. Dari yang dimobil 7 orang, yang ikut berangkat hanya 4 orang, ada aku, shafira, dhaffa, dan danang. Aku dan danang memang hendak ke rakum besoknya. Dramalah danang ke dwipa untuk membawakan barang2nya, jika tak dibawa maka dia tak naik. Ngakak emang. Sampai di Batu, kita makan bakso dan main ludo. Perjalanan ini membuat aku lebih mengenal danang. Baru saja ku ketahui bahwa dia seperti pistol, setelah diisi langsung keluar. Kita menunggu di Batu sampai rombongan (kunyuk, ncus, hanna, dan po) datang karena kita memang mau menginap di rumah ncus.
Tanggal 7 dini hari aku sampai di rumah ncus, packing buat besok, kemudian tidur. Bangun pagi2, sholat shubuh dan mandi. Menunggu sarapan dan siaplah kami berangkat. Kami diantar sapi dan dhaffa ke tempat naik jeep nya. Oh lama sekali sampai kita berangkat, belum lagi ternyata surat kesehatan kita bermasalah. Waktu itu naik jeep habis 600k. Sambil menunggu hanna dan ncus berbelanja untuk bahan makanan yang masih kurang. Matahari semakin terik tapi kita tak kunjung berangkat jugaa, sampai ngantuk sekali aku. Kemudian aku melihat drumband bocah2 SD, antusias sekali aku melihatnya, mengingatkan kenangan masa lalu. Setelah tak ada hiburan aku mencoba tidur, tapi ternyata gagal, aku diajak ngobrol sama bapak2 disana, cerita sejarah dia, tentang candi -apa yaa, aku lupa namanya-.
Alhamdulillah karena kesabaran kita menunggu berangkatlah kami dan 2 orang lainnya. Kami berhenti di puskesmas untuk cek kesehatan. Sebenarnya aku sedikit takut waktu itu, jikalau saja aku terdeteksi tak sehat, karena memang sebelum berangkat aku muntah. Jadi, sebenanrnya aku sering muntah setelah makan, entah kenapa. Tapi beribu syukur kuucap, ternyata hanya cek tinggi badan, berat badan, dan tensi. Lanjutlah perjalanan kami, jalannya asik2 terguncang kesana kemari. Di tengah jalan kami berjumpa sama anto, dia salah satu teman tim TA ku.
Akhirnya kita sampai di pos pemberangkatan, kami ikut briefing, sholat, makan bakso, dan berdoa. Siap berangkat! Sekitar pukul 17 kami sudah sampai dan melihat indahnya rakum beserta semburat oranye di langit. Membangun tenda dan persiapan masak. Ya Allah, kalian harus tau betapa dingiinya disana. Jadilah tenda kami, dan nasi kita yg tak kunjung matang atau kami yang tak bisa, entahlah, hehe. Saat memasak, rasanya badanku tak kuat dan aku ketiduran, aku bersyukur sekali punya teman sedewasa kalian wahai cus dan hansky. Mohon maaf ya jikalau aku tak membantu kala itu, aku menyukai dingin tapi tak kuat jika terlalu dingin.
Akhirnya kami makan bareng di tenda anak2 cowok. Kemudian kami cerita2 hal gajelas. Dan si po melempar pertanyaan alesan mau ikut ke rakum. Ya, jawabanku masih sama, karena aku menyukai perjalanan dan mencari makna kehidupan. Husnia karena ingin membuat memori di akhir kuliahnya, hanna, unyuk always like travelling too, dan danang karena diajak. Saat po jawabannya mbulet parah, udah kaya cinta fitri, sampe season 7.
Semakin malam, kami akhirnya memutuskan untuk tidur. Sebelum tidur, kami bertiga, si cewek2, memutuskan untuk buang air kecil, ya karena kita harus buang air kecil di alam, itu rasanya semacam menggelitik. Dan mungkin karena fitrah cewek itu ribet, mau pipis aja kita juga ribet.
Pagi hari...
Kami bangun. Aku sholat shubuh di atas tanah tak rata memunggungi danau yg maha keren dengan mentari hampir bersinar. Lalu sembari duduk santai di depan tenda kami menunggu mentari terbit dari sisi timur. Beberapa menit menikmati keindahan alam ini, bersyukur masih bisa merasakan hangat, kami memutuskan untuk berjalan ke tanjakan cinta. Yap, tanjakan cinta yang etrkenal itu!! Katanya sih kalo kita bisa naik sampai atas tanpa lihat bawah bakal kewujud cintanyaa. Tapi aku mah nengok2 ajaa wkkk. As always, kita poto2, dan turun. Setelah itu kami memasak untuk sarapan sebelum turun. Aku membantu yang sederhana saja karena memang saya tak bisa masak. Dan durhakanya saya ke cus dan hanna adalah saya malah main ludo dengan anak cowok. Hanna sampai menyeletuk bahwa pantas saja aku menjadi anak bungsu di keluarga piglet (lain kali kuceritakan asal muasalnya), Emak sama kakaknya masak dia malah main.
Sampai dibawah sudah petang, kami menghampiri sopir jeep kami, tapi ternyata tak ada, akhirnya kami naik jeep lain yang tak berbentuk jeep. Husnia duduk disebelah bapaknya, aku dan hanna dibelakang, dan cowok2 duduk di bak terbukanya. Astaga, pasti mereka kedinginan (malang sekali menjadi pria, kapan2 mau bahas tentang gender deh). Sebelum berangkat bapak sopir memutuskan untuk sholat maghrib dulu. Sepanjang perjalanan aku tidur oi. Jadi, alhamdulillah kita diantar sampai rumah cus.
Hari ini tanggal 9, kami terbangun di rumah cus, sudah siang. Kami pulang ke Surabaya dan memutuskan mengantar hanna. Mampir sebentar di hanna, kami minum es degan. Disana, kujumpai manda, adik hanna yang terakhir, menonton Oh mama Oh papa, sungguh malang ceritanya. Tiga gadis bersaudara yang memiliki ayah tak bertanggungjawab dan pengangguran, menyalahkan anaknya kenapa cewek, kesal sekali rasanya, sudah begitu apes lagi mereka saat menikahi pria.
Malangnya aku adalah kami pulang sebelum sinetron berakhir. Sesampai di kos aku istirahat, besok kami harus mengambil data untuk TA kami.
Tanggal 10 ngukur dan berangkat Yogya.
Sebenarnya kami sudah selesai mengambil 43 titik di Surabaya, tapi pembimbing kami meminta tambahan titik di dua lokasi. Hari inilah kami memutuskan untuk menjalankan amanah itu. Hari ini, untuk pertama kalinya aku tak ikut full pas ambil data, karena aku harus berangkat ke jogja. Pukul 10 aku pamit, dan aku naik gojek untuk ke stasiun. Sesampainya disana sudah ada Panji, Itaq dan Ama. Sebenarnya kami berlima, tapi Shahnaz berangkat dari Cilacap. Aku ke Jogja buat ikutan acara FGMMI (Forum Gerakan Mahasiswa Mengajar Indonesia), acaranya mulai tanggal 11. Malam ini, kami berencana menginap di rumah Shahnaz. Sepanjang perjalanan kami main games, tidur (aku aja kayanya) dan cerita2. Kami membahas sudut pandang perempuan ke cowok. Aku dan Itaq sepakat bahwa ini sedikit subjektif, maka Panji jadi bingung. Kami membahas tentang pacaran yag salah dan lain sebagainya, sampai membaca tulisan seorang pria yang menyerah mengejar wanita karena membuatnya semakin jauh dengan Tuhan.
Tiba di jogja, kami dijemput oleh pihak FGMMI. Sebelum dijemput aku janjian bertemu dengan temanku untuk mengambil beberapa baju yang kubawa karena memang aku akan tinggal lebih lama di Jogja. Setela menunggu, kami tiba dirumah Shahnaz. Kami menata barang, makan apel dan diskusi mau kemana. Akhirnya diputuskan untuk jalan2 ke malioboro untuk membeli makan. Setelahnya kami pulang, dan tidur.
Keesokan paginya kami sarapan roti bakar bikinan chef Shahnaz dan Panji. Sebenarnya masih menikmati pagi disana, tapi kami harus bergegas untuk berangkat FGMMI. Setelah mandi dan packing kami berangkat ke UGM. Ternyata kami sudah ditunggu2, bukan karena kami orang penting, tapi karena kami telatt. Kami harus berpisah, tapi aku bareng sama Shahnaz. Ngobrol lah kami yang bersebelahan, make a friend. Ditengah perjalanan, ada berita erupsi Gunung Merapi, dan desa yg kami tuju ini ada di Sleman, deket sama Gunung Merapi. Alhasil timbulah sedikit kegelisahan ya, tapi setelah membaca berita, BMKG menyatakan bahwa takkan ada erupsi susulan, dan masih tergolong aman. Kalau kalian penasaran, suasana di situ berwarna abu2. Akhirnya kami sampai di desanya, dengan selamat tentunya, alhamdulillah. Kami diminta untuk berkumpul di balai desa, disana kami harus menunggu rombongan bisa satunya yg masih nyasar. Pembukaannya dipimpin MC dan sambutannya oleh pak kades, pak presbem, dan pak ketua. Sambutan oleh pak kades diawali dg teguran ke MC karena menggunakan salam dari agama lain, menurut si bapak mah gausah, kan mayoritas islam, dalam hati ingin ku bilang, bapak teh sotoy bener.
Kami semua dipersilahkan menuju rumah kami, diantar panitia tentu saja. Aku tinggal bareng 4 anak lainnya dari kampus yg bedaa, tapi satu anak lagi belum datang, masih UTS katanya. Sesampai dirumah kita jumpai orang tua angkat kami, sudah sepuh. Di rumah itu tinggal beliau berdua, satu orang anak cewek dan anaknya (cucunya beliau2) serta anak laki2 yg belom menikah. Kami istirahat sejenak sebelum malam berkumpul kembali ke baldes. Oiya, perlu kalian ketahui, mayoritas pekerjaan penduduk disini adalah petani buah salak. Salahnya manis parah. Kami ngobrol dan bergantian mandi. Hal yang saya suka jika pengabdian adalah keramahan penduduknya dan yg tidak saya suka adalah karena mereka selalu repot2 untuk kami. Dan hmmm, ketika dulu IFI (ITS Mengajar For Indonesia) ada salah satu sub kegiatan "Aku menjadi", disini kami menumpang di rumah warga dan diminta untuk bantu2 di sawah atau apapun pekerjaan ortu kita, bahkan kami membantu memasak, kapan2 akan aku ceritakan. Tapi ketika FGMMI ini kami malah seperti tamu yg kurang sopan. Kami seperti hanya numpang tidur, makan, dan mandi, karena kegiatan diluar memang banyak.
Nah, sebenarnya kami berempat khawatir karena ternyata kamar anak cowok si bapak mah tinggal sebelahan dengan ruangan yg kami pakai. Tapi alhamdulillah aman, meski kalau malam suaranya terasa dekat.
Acara selanjutnya dimulai sore hari pas itu adalah diskusi ttg FGMMI ini. Maaf banget, tapi menurutku acaranya gajelas, tujuan dari acaranya masih gamblang gitu. Awalnya koordinator wilayah langsung diminta menandatangani piagam lalu membahas FGMMI tahun lalu sehingga menghasilkan piagam tersebut. Sampai akhirnya aku dan panji mengarahkan biar jelas, karena untuk apa membahas sesuatu yang sudah disepakati dan saya heran kenapa isi piagam itu tidak mengarah ke isi2 yang sedang dibahas (kertas yang saya pegang saat itu) dan orang2 setuju. Jeda sholat maghrib, panitia mendatangkan ketua sebelumnya, disini aku sama panji makin mengacau, usil aja sebenarnya tapi tujuan kami baik. Intinya, pembuatan piagam itu hanya diketahui sedikit orang dan ga representatif sama sekali. Akhirnya setelah diskusi panjang, kami sepakat bahwa piagam adalah pancasila dan yang dibahas di awal atau bahan yang telah dibagikan merupakan bahan UUD yang akan dibahas dikemudian hari. Mengenai piagam yang tidak representatif kami mencoba memaklumi. Akhirnya kami istirahat karena besok akan mengajar di SD.
Tanggal 12, kami bangun pagi, sarapan dan mandi untuk persiapan mengajar. Malamnya, dilanjut pemilihan koordiant pusat (korpus) baru dan tuan rumah untuk FGMMI tahun 2019. Hasil foting memutuskan korpus adalah IPB dan tuan rumah selanjutnya UB.
Tanggal 12, kami bangun pagi, sarapan dan mandi untuk persiapan mengajar. Malamnya, dilanjut pemilihan koordiant pusat (korpus) baru dan tuan rumah untuk FGMMI tahun 2019. Hasil foting memutuskan korpus adalah IPB dan tuan rumah selanjutnya UB.
Tanggal 14-16 Jalan-Jalan.
Seperti biasa aku menumpang hidup di teman lamaku, meiria. Dia adalah roomate aku jaman SMA. yang lucu dari perjalanan ini aku semacam ga sengaja kabur dari Surabaya karena ada BOM disana. Jadi jalan pertamaku ke Museum Affandi, dan aku nyobain Trans jogja. Terbilang cukup mahal menurutku dengan harga tiket masuk sebesar 50K, sangat disayangkan untuk sebuah museum memasang harga tinggi karena itu merupakan sarana edukasi. Selanjutnya, aku jalan2 ke tamansari. Tempat ini bekas pemandian putri kerajaan dan ada semacam goa gitu di kompleks ini. Cocok banget buat yang seneng Hunting foto diri, tapi mungkin jika menyewa guide tidak akan terasa sangat membosankan. Selanjutnya kami wisata alam ke Imogiri, semacam Hutan Pinus gitu, udaranya sejuk parah. Terakhir aku ke Benteng Vedenburg. Sempat ketemuan sama kawan lama di angkringan sama jalan2 di Malioboro.
Seperti biasa aku menumpang hidup di teman lamaku, meiria. Dia adalah roomate aku jaman SMA. yang lucu dari perjalanan ini aku semacam ga sengaja kabur dari Surabaya karena ada BOM disana. Jadi jalan pertamaku ke Museum Affandi, dan aku nyobain Trans jogja. Terbilang cukup mahal menurutku dengan harga tiket masuk sebesar 50K, sangat disayangkan untuk sebuah museum memasang harga tinggi karena itu merupakan sarana edukasi. Selanjutnya, aku jalan2 ke tamansari. Tempat ini bekas pemandian putri kerajaan dan ada semacam goa gitu di kompleks ini. Cocok banget buat yang seneng Hunting foto diri, tapi mungkin jika menyewa guide tidak akan terasa sangat membosankan. Selanjutnya kami wisata alam ke Imogiri, semacam Hutan Pinus gitu, udaranya sejuk parah. Terakhir aku ke Benteng Vedenburg. Sempat ketemuan sama kawan lama di angkringan sama jalan2 di Malioboro.
Komentar
Posting Komentar