Langsung ke konten utama

Kau Tahu

Kau tahu
Aku terkadang masih sama
Berharap bahwa aku benar
Kau adalah hujan yang teduh
Yang datang mengguyurkan hidup
Kau tahu
Aku terkadang masih berharap
Kau adalah matahari terik
Yang datang memberi semangat
Tapii
Entah kenapa kau telah berubah
Kau tak pernah sama
Kau hanya badai
Perusak segala harapan
Kau tahu
Aku terkadang masih menunggu
Kedatanganmu disetiap waktu
Namun angin kosong menyambutku
Menertawakan kebodohan ini
Kau tahu
Aku terkadang masih percaya
Kau adalah malaikat tuhan
Hanya untukku
Namun apalah semua ini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reply 1988 : Told Me About Live

Sebagai orang heartless, tidak banyak film atau series yang bisa menyentuh, apalagi berulang kali bikin nangis-nangis. Namun ada beberapa yang menguras air mata, tentu saja. Salah satunya adalah Reply 1988. Series lama (2015) yang entah kenapa direkomendasikan disemua situs setiap kali mencari rekomendasi drama yang bagus. Dari yang awalnya nggak minat, karena setting jaman dulu, sampai aku jatuh cinta sama series satu ini. Apa yang membuat ini begitu menarik adalah angle yang diambil sang sutradara, ada banyak topik yang relevan dengan kehidupan nyata dan penggambaran karakter yang punya ceritanya sendiri-sendiri. Dari topik-topik ini ada banyak banget nilai moral yang bisa kita ambil. Family, tempat pulang bahkan saat terkadang kamu kesal dengan mereka. Dari awal ceritanya menggambarkan bagaimana posisi tokoh utama sebagai anak tengah diantara anak bungsu dan sulung sebuah keluarga yang hidup di bawah tanah. Bagusnya serial ini, engak hanya mengangkat permasalahan keluarga si t...

Lembayung Bali-Saraz Dewi

Menatap lembayung di langit Bali dan kusadari betapa berharga kenanganmu Di kala jiwaku tak terbatas bebas berandai memulang waktu Hingga masih bisa kuraih dirimu sosok yang mengisi kehampaan kalbuku Bilakah diriku berucap maaf masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu oh cinta Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa masih kusimpan suara tawa kita kembalilah sahabat lawasku semarakkan keheningan lubuk Hingga masih bisa kurangkul kalian sosok yang mengaliri cawan hidupku Bilakah kita menangis bersama tegar melawan tempaan semangatmu itu oh jingga Hingga masih bisa kujangkau cahaya senyum yang menyalakan hasrat diriku Bilakah kuhentikan pasir waktu tak terbangun dari khayal keajaiban ini oh mimpi Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu Lembayung bali

My Confession...

Aku sudah sadar tentang ini dari lama, tapi tiba-tiba pas ngomongin ini dari sisi lainnya which mean ngga tentang aku jadi sedih banget. 06.07.20 'Aku bingung mau terima interviewnya atau ngga soalnya aku merasa ngga layak apalagi membahas gimana organisasi tourism ini bertahan di pandemi dan tetap menolong masyarakat' Pesan yang aku ucapkan buat minta saran, tapi justru menggelitik hatiku sendiri. Dan kebetulan habis banget ngelihat foto-foto orang Pacitan. Aku ngga pernah menjaminkan apapun pada mereka, tak terucap satu pun janji. Tapi dari sorot matanya yang mengharap, aku tau bahwa meraka ingin Aku jadi pahalwannya. Sangat menyedihkan ternyata aku tidak lebih dari seorang bocah. Yang untuk bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri aja belum mampu. Ada rasa bersalah yang mebebani, harusnya mungkin dari awal aku tak bermain persoalan ini. Tapi, sebenarnya Aku juga tidak main-main. Hanya saja, (Aku tidak tau bagaimana melukiskan semua kondisi ini tanpa menyalahkan sesuatu...