Hai.
Banyak fenomena sepasang manusia entah dalam bentuk apapun ketika akan ditinggal atau udah ditinggal merasa bergantung pada pasangannya. Herannya sampai keluar kata2 'gue gabisa hidup tanpa lo'. Lebih mengejutkan lagi, beberapa lama kemudian mereka dijumpai masih hidup, baik, dan bisa jadi lebih bahagia. Who knows.
Yah wajar saja ketika seseorang biasa dengan orang lain akan memunculkan kebiasaan janggal. Tapi kebiasaan itu dibentuk. Dari sebuah rutinitas yang bisa jadi berawal dari keterpaksaan berubah jadi biasa dan menjadi kebiasaan. Cerita aja ya, kadang aku -hampir/udah juga si- lewat jalan yg sama bahkan Ketika tujuannya beda. Karena aku biasa lewat jalan itu. Dan pas sadar merasa bodoh sendiri.
Nah, jadi yah buat kalian semua yang merasa hidup lo pada bergantung sama makhluk lainnya, nyawa lo dipegang izroil kalii. Santai aja, seiring berjalannya waktu dia juga bakal diganti sama yang lain. Nikmati dan pelajari rasa sakitnya. Mungkin kalian bakal menyanggah bahwa 'dia soalnya beda, dan gue ngrasa nyaman'. Halah, chemistry juga bisa dibangun. Yaaa, aku juga gabakal bilang kalo orang yang mengganti bakal sama tapi dia bisa lebih baik mungkin, asal lo mau terbuka juga. Yah, walaupun ga semua orang bakal nyambung juga si obrolannya. Tapi pada dasarnya jangan gitulah sama manusia lainnya. Terlalu berharap, bergantung, dan terbiasa memunculkan kekecewaan yang menyakitkan. Bukan salah orang lain kalau misal kecewa datang, hanya saja rasa harapmu yang terlalu besar.
Ga dalam hubungan begini aja, di dunia pekerjaan pun posisimu juga bisa diganti. Jadi gaperlu merasa berbeda. Kita semua sama aja. Yang gabisa diganti cuma posisi orang tua, saudara sedarah.
Tapi meski begitu setiap orang yang ada dihidup lo emang punya maksud buat membentuk pikiran, karakter manusia. Jadi jangan membenci siapapun. Dan jangan terlalu keras pada diri sendiri.
Everyone is teacher and student in their life.
Bye.
Komentar
Posting Komentar