Langsung ke konten utama

Silent Treatment

Beberapa waktu yang lalu aku pergi bareng hanna -teman kuliah- untuk menghabiskan malam dipinggir kali. Tiba2 saja kami membahas mengenai 'silent treatment' dan alasan orang melakukan hal tersebut. 

'Silent treatment' ini merupakan suatu perilaku mendiamkan seseorang, menganggap invisible seseorang.  Hal ini dapat melukai psikologis korban. Perasaan bersalah, bingung, dan tidak nyaman akan menghantui.

Menurut Kipling Williams, seorang Professor Psikologi di Universitas Purdue, menjelaskan bahwa 'mengecualikan dan mengabaikan orang, seperti memberi mereka perlakuan dingin atau diam, digunakan untuk menghukum atau memanipulasi, dan orang mungkin tidak menyadari bahaya emosional atau fisik yang sedang dilakukan.'

Beberapa hari kemudian aku membaca artikel mengenai 'Silent Treatment' dan menemukan fakta-fakta menarik tentang masalah ini. Intinya, orang-orang melakukan hal tersebut karena ingin memberi pelajaran kepada pasangannya atas kesalahan yang dilakukan atau ingin mengubur masalah. Hal ini terjadi ketika komunikasi mulai tidak berjalan lancar, dan tanda-tanda bahwa 'pelaku' tidak dapat mengungkapkan emosi yang dirasakannya dan berharap pasangan mampu membaca pikirannya (?). Ternyata hal ini bisa berakibat fatal juga, mengakibatkan ketiakpercayaan diri pasangan menurun atau depresi.

Selanjutya, aku iseng aja bikin survey di snapgram tentang ini. Pengen tau gitu, kira-kira orang disekitarku pernah mengalami atau bahkan melakukannya.

Berdasarkan hasil survey, emang sering terjadi dipasangan dan pertemanan. Alasannya ada yang karena sudah capek mengingatkan pasangannya, butuh waktu untuk diam, biar membekas dalam menunjukkan kekesalan, tidak bisa mengungkapkan emosinya. Ada juga yang terjebak dihubungan orang.

Buat alasan yang pertama, saran dari aku kalian berdua sebenarnya sudah berkomunikasi dengan baik, jadi buat kamu yang ngambek karena sudah capek, sabar aja, soalnya emang manusia gabisa berubah kaya power ranger. Dan kamu pasangannya, tolong dipahami saja kalo pasangan anda ngambek. Tipe yang ini, ngambeknya ga akan lama si ya, tapi lebih baik jangan sering-sering, nanti cepet tua. Apalagi kalo cewek itu habis melahirkan dan menyusui, kata guru aku bikin nambah kelihatan tua karena banyak keluar hormon2. So, jangan sering-sering ngambek kalian hey ladies. 

Buat kamu yang diemin orang karena butuh space buat sendiri lebih baik pamit dulu, biar orang disekitar ga salah paham. Komunikasi itu penting.

Alasan ketiga ini, agak serem si ya. Tapi, coba dipikir lagi, kamu mau engga digituin? Kalau engga, diselesaikan baik2 aja. Kata2 kalo dikemas dengan baik juga bisa membekas kok. Karena kata2 itu setajam pedang. 

Alasan keempat, mungkin kalian para manusia yang susah mengutarakan emosinya bisa mulai belajar, nanti kalo sering ditahan bisa jadi bisul. Gini lho teman2, dokter aja kalo kalian ga cerita keluhannya itu bingung mau diagnosa apaan, makanya disitu komunikasi itu penting. Kalo lagi marah atau mau ingetin salah orang dan kalian gabisa teriak2, ya gausa teriak2 gapapa. Nunggu ati tenang, baru bicara.

Bisa berakibat kaya gini lo, jadi mari grow-up teman2: 

Temuan dari analisis mendalam -responden merupakan pasangan- Paul Schrodt, PhD mengungkapkan bahwa perawatan 'Silent Treatmen' sangat merusak hubungan. Ini mengurangi kepuasan hubungan bagi kedua pasangan, mengurangi perasaan keintiman, dan mengurangi kapasitas untuk berkomunikasi dengan cara yang sehat dan bermakna.

"Ini pola konflik paling umum dalam pernikahan atau hubungan romantis yang dilakukan dan terjalin," kata Schrodt. "Dan itu sangat merusak."

Kenyataannya 'Silent Treatment' tidak hanya terjadi pada hubungan pasangan saja namun, dapat terjadi di sebuah hubungan pertemanan. 

Dan inti solusi dari semuanya adalah, KOMUNIKASI. 

Komentar

  1. "Temuan dari analisis mendalam Paul Schrodt, PhD mengungkapkan bahwa perawatan 'Silent Treatmen' sangat merusak hubungan"

    Justru alasan sebagian orang(termasuk saya) melakukan 'silent treatment' ya untuk merusak hubungan dengan orang yang kita benci, menghapus seseorang dari lingkup kehidupan kita tanpa perlu melakukan effort yang berlebih. (Ngapain pula kita harus melakukan effort berlebih untuk orang yang kita benci? silent treatment efektif ya karena nggak butuh effort, cukup anggap orang itu nggak pernah ada. Selesai.)

    Pendapat saya sih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo, mungkin kalo kamu benci seseorang lebih kearah menghindarinya ya (?) sedangkan kalo silent treatment ini biasanya dilakukan ke orang terdekat kaya pacar, temen gitu, jadi semacam ngambek dengan cara didiemin. Masak iya kamu mau hubungan kalian rusak gitu ajaa.

      Hapus

Posting Komentar